Home > Olahraga > Olimpiade 2016 : Pejudo Asal Saudi Diduga Menolak Bertanding Melawan Atlet Israel

Olimpiade 2016 : Pejudo Asal Saudi Diduga Menolak Bertanding Melawan Atlet Israel

Rio De Janeiro – Salah seorang atlit pejudo asal Arab Saudi didapati mengundurkan diri dari laga di babak pertama Olimpiade 2016 di Brazil pada hari Minggu (7/8/2016). Dugaan mundurnya atlet yang ebrnama Fahmy itu banyak yang menganggap karena alasan politis, yakni dirinya menghindari pertemuan dengan atlet Israel di babak kedua.

Olimpiade 2016 : Pejudo Asal Saudi Diduga Menolak Bertanding Melawan Atlet Israel

Media Israel beberapa waktu yang lalu mengklaim bahwa Fahmy mengundurkan diri karena dia bakal bertemu Gili Cohen, juara nasional Israel lima kali di babak selanjutnya. Namun, sebaliknya pihak media Saudi mencuitkan lewat akun Twitter resmi bahwa pengunduran diri Fahmy dari olimpiade terjadi karena cedera yang dialaminya saat berlatih, bukan karena alasan politis.

Media itu juga menyebutkan jika tim medis Arab Saudi telah menyarankan Fahmy untuk tidak berpartisipasi demikian yang dicuitkan akun tersebut. Memang, Arab Saudi ini merupakan negara yang tak emngakui keberadaan dari negara Israel. Namun, delegasi dari Saudi sudah mengunjungi Yrusalem pada Juli lalu dan disebut-sebut sebagai cikal bakal meingkatnya hubungan bilateral dari kedua negara. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Mundur Ditengah Pertandingan, Kenapa ?

Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Mundur Ditengah Pertandingan, Kenapa ?

Dubai – Dalam ajang Dubai World Superseries Finals, Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir masuk ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis