Home > Ragam Berita > Nasional > Wagub Djarot Sindir Diskusi HTI Yang Menyebut Ahok Pemimpin Kafir

Wagub Djarot Sindir Diskusi HTI Yang Menyebut Ahok Pemimpin Kafir

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, beberapa waktu yang lalu menghimbau kepada para warga dan juga persiapan Pilkada DKI Jakarta ini nanti takkan disertai dengan isu Suku Agama Ras Antargolongan (SARA). Seperti saat berbicara di Balai Kota, Jakarta, Kamis (11/8/2016), Djarot menuturkan jika jangan lah untuk membeda-bedakan orang atas dasar keyakinan beragama.

Wagub Djarot Sindir Diskusi HTI Yang Menyebut Ahok Pemimpin Kafir

Djarot pun menegaskan jika INdonesia ini mempunyai ideologi yakni Pancasila sehingga seharusnya tak lagi untuk mempersoalan faktor-faktor itu dan INdonesia ini terlampau luas. Djarot menambahkan bahwa sebaiknya mari kita bisa saling menghormati satu sama lain.

Memang, imbauan dari Djarot ini disampaikan karena beberapa waktu yang lalu dikhawatirkan adanya isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta mendatang. Hal ini tak lain karena Ahok yang mana merupakana keturunan Tionghoa dan juga beragama Kristen.

Bahkan, pada hari Rabu kemarin diskusi dari Hizbut Tahrir Indonesia bertemakan “Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir”. Selain itu ada juga wacana dari Ahmad Dhani mengenai penolakan terhadap Ahok dan upaya puluhan ribu spanduk yang disiapkannya untuk melawan Ahok. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Saksi Sidang Ahok Mengaku Baru Sadar Pidato Ahok Setelah Nonton TV dan Youtube

Saksi Sidang Ahok Mengaku Baru Sadar Pidato Ahok Setelah Nonton TV dan Youtube

Jakarta – Pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diduga menodai agama setelah tayang di ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis