Home > Ragam Berita > Nasional > Risma Minta Warga Surabaya Tak Terpancing Emosi Terkait Ucapan Ahok

Risma Minta Warga Surabaya Tak Terpancing Emosi Terkait Ucapan Ahok

Surabaya – Walikota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu yang lalu meminta kepada warganya untuk tak marah dan terpancing emosinya dnegan beberapa statement Ahok yang mana sudah diplesetkan oleh beberapa media yang memang ingin seakan mengadu domba. Dalam vidoe yang diunngah Pemprov DKI selama 20 menit memang tak ada penyataan dari AHok ini yang menghna atau meremehkan Surabaya.

Risma Minta Warga Surabaya Tak Terpancing Emosi Terkait Ucapan Ahok

Seperti saat berbicara dnegan wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/8/2016), Bu Risma mengatakan jika dirinya berharap warga Surabaya tidak terpancing emosi dan jika masih percaya dirinya adalah pemimpinnya, maka dia lah yang akan selesaikan. Risma pun juga mengungkapkan jika musuh kita ini bukanlah orang Jakarta, bukan oang Bandung, bukan juga Semarang, melainkan musuh sebenarnya adalah masyarakat Ekonomi Asean itu.

Bu Risma pun menegaskan jika warga Surabaya ini bisa dikendalikan olehnya.Dalam video yang diunggah Pemprov DKI itu memang Ahok sejatinya justru memuji kinerja dari Bu Risma ini yang sudah berhasil membenah Kota Surabaya. Bahkan, AHok pun berencana ingin menggelar debat aclon kepala daerah DKI ini untuk bisa membahas beberapa inovasi yang telah dilakukan. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

FPI Desak Polisi Untuk Tindak Tegas Para Pelaku Hubungan Sesama Jenis

FPI Desak Polisi Untuk Tindak Tegas Para Pelaku Hubungan Sesama Jenis

Jakarta – Pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Utara, baru saja menggerebek pesta seks gay yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis