Home > Gaya Hidup > Pikir Dulu Seribu Kali Untuk Mengirim Foto Tanpa Busana ke Pasangan

Pikir Dulu Seribu Kali Untuk Mengirim Foto Tanpa Busana ke Pasangan

Jakarta – Apakah Anda pernah mengirim foto erotis ke pasangan Anda? Apakah Anda yakin pasangan Anda tidak memperlihatkan ke orang lain terkait foto Anda itu?

Pikir Dulu Seribu Kali Untuk Mengirim Foto Tanpa Busana ke Pasangan

Meurut jurnal Sexual Health, selain pasangan Anda ternyata masih ada tiga orang lagi yang bakal melihat foto Anda juga.

Penelitian yang dilakukan oleh Indiana State University mengungkapkan bahwa satu dari empat penerima sexting (pesan atau gambar pribadi) akan memperlihatkannya ke orang lain juga dengan rata-rata mereka memperlihatkan ke tiga orang lain yag berbeda.

Penelitian dilakukan dengan mensurvei 5.805 orang dewasa dengan usia antara 21-75 tahun tentang kebiasaan sexting mereka. Hasilnya, seperempat dari mereka pernah mengirin dan sepertiga dari jumlah yang disurvei pernah menerima pesan atau gambar pribadi.

Dari jumlah tersebut, paling banyak dilakukan oleh responden usia muda.

Dari jumlah responden, hampir semuanya menyebutkan tidak merasa nyaman jika foto pribadi mereka dilihat oleh orang lain juga.

Karena itu, lebih baik pikirkan ulang untuk mengirim foto sensual, apalagi tanpa busana ke pasangan Anda. Peneliti lebih menganjurkan untuk mengirim dalam bentuk tulisan saja.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Edan! Gunting Operasi Bisa Tertinggal di Dalam Perut Pria Ini Selama 18 Tahun

Edan! Gunting Operasi Bisa Tertinggal di Dalam Perut Pria Ini Selama 18 Tahun

Jakarta – Sudah sering terdengar seorang pasien yang merasakan keluhan di dalam tubuhnya karena peralatan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis