Home > Ragam Berita > Internasional > Pembunuh Mahasiswa Asal Saudi Ini Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Pembunuh Mahasiswa Asal Saudi Ini Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Los Angeles – Pria asal Kalifornia Selatan ini diputus bersalah. Dai pun dijatuhi hukuman seumur hidup pada Jumat (12/8/2016). Hukuman tersebut dijatuhkan lantaran dia membunuh mahasiswa jurusan teknik dari Arab Saudi.

Pembunuh Mahasiswa Asal Saudi Ini Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

ilustrasi

Pelaku menemui korban usai ia menyiarkan iklan penjualan mobilnya dua tahun lalu via jaringan, tambahnya.

Korban bernama Abdullah Abdullatif Alkadi, 23, ditemukan terbaring di jalan wilayah gurun, Kota Indio, yang berjarak 125 mil (200 kilometer) dari Los Angeles pada Oktober 2014 atau sebulan setelah ia dinyatakan hilang.

Alkadi merupakan pelajar internasional Universitas Negara Bagian Kalifornia, Northridge, yang terakhir kali terlihat di wilayah peRmukiman, Reseda, Los Angeles pada 17 September.

Petugas terkait mengatakan pelaku bernama Agustin Rosendo Fernandez, 30 tahun. Pria itu menusuk korban hingga tewas saat ia berkunjung ke rumahnya untuk membeli mobil dengan atap terbuka, Audi A5 senilai 35 ribu dolar AS sesuai kesepakatan dalam pertemuan sebelumnya.

Fernandez yang menemukan iklan penjualan milik Alkadi via Craiglist menyimpan uang pembelian serta melarikan diri dengan mobil.

Sebagaimana diberitakan Reuters, pelaku pada Juni dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan tingkat satu. Para juri juga menemukan situasi khusus dalam kasus itu karena tak hanya melibatkan perampokan dan pembunuhan, tetapi juga penggunaan senjata mematikan.

Di bawah dakwaan itu, Fernandez akan menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa ada kemungkinan pembebasan bersyarat, ungkap pihak kejaksaan wilayah Los Angeles. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kabarnya telah menghentikan program rahasia Badan Intelijen Pusat ...