Home > Teknologi > Internet > Hati-Hati dengan Jebakan “Siapa Intip Facebook Kamu”

Hati-Hati dengan Jebakan “Siapa Intip Facebook Kamu”

Jakarta – “Cari tahu siapa yang mengintip Facebook kamu. Yang melihat Facebookku adalah…,”. Apakah anda pernah mendapatkan postingan demikian di wall Facebook Anda dari seorang teman? Kalau pernah, sebaiknya lewatkan saja karena itu bukan teman Anda yang mengirimkannya.

Hati-Hati dengan Jebakan “Siapa Intip Facebook Kamu”

Tawaran yang membuat penasaran itu telah beberapa hari ini beredar di laman Facebook untuk mengarahkan pengguna ke alamat situs siapalihat.com. Tanpa disadari pengguna sebenarnya telah terjebak oleh Spam Bot lewat akun pengguna lain yang sebelumnya telah terjebak.

Teknik iming-iming kepada pengguna Facebook untuk melihat siapa yang mengintip akun Facebook pengguna sehingga masuk ke dalam jebakan disebut dengan istilah rekayasa sosial (social engineering).

Apabila pengguna terjebak maka instruksi-instruksi yang terdapat pada situs siapalihat.com akan tanpa disadari memasang Spam Bot untuk membajak akun Facebook pengguna dan menyebarkan postingan serupa ke teman-teman pengguna tanpa sepengetahuan pemilik akun.

Menurut praktisi keamanan internet dari vaksin.com, Alfons Tanujaya, Spam Bot dari siapalihat.com dalam beberapa hari ini sedang mengincar pengguna Facebook di Indonesia.

“Saat ini yang jadi sasaran utama adalah pengguna Facebook. Mungkin karena basis penggunanya paling besar dan banyak apps pendukung sehingga banyak celah yang bisa dieksploitasi,” kata Alfons, Jumat (12/8/2016).

Apps pendukung di sini adalah aplikasi yag dibuat oleh pihak ketiga yang bisa mengakses data dan hak khusus dari pengguna Facebook. Dalam hal ini, siapalihat.com menggunakan aplikasi HTC Sense.

Situs siapalihat.com akan meminta pengguna mengunduh aplikasi HTC Sense dan memberikan hak akses untuk posting dan menyisipkan Spam Bot melalui kode “Access Token” Facebook yang di-copy paste.

“HTC Sense itu aplikasi resmi yang sebenarnya tidak bersalah. Tetapi karena dieksploitasi sedemikian rupa jadi bisa memberikan akses autoposting ke Spam Bot,” papar Alfons.

Lalu apa tujuan dari pembuat Spam Bot menyebarkan postingan berantai dengan mengguna akun Facebook orang lain? Diduga, ujung-ujungnya duit.

Postingan Spam Bot di Facebook bertujuan untuk mengalihkan pengguna Facebook ke alamat situs tertentu, dalam hal ini siapalihat.com yang tentunya akan menaikkan traffic dari situs tersebut dan mendatangkan uang dengan memasang iklan Google Ads.

Hati-Hati dengan Jebakan “Siapa Intip Facebook Kamu”

“Situs siapalihat.com itu penuh dengan iklan dan pop up yang kalau di-klik akan memberikan keuntungan finansial bagi pemilik situs,” jelas Alfons.

Jebakan Spam Bot ini sebenarnya sudah lama dipakai namun tetap dinilai efektif untuk menjebak pengguna Facebook yang kurang awas. Kasus terakhir ini lewat situs siapalihat.com.

Untuk terhindar dari jebakan ini, pengguna disarankan untuk tidak tergoda dengan iming-iming apapun lewat akun Facebook dari seorang teman yang menawarkan dapat melihat siapa saja yang telah melihat akun pengguna karena Facebook sendiri tidak memperbolehkan “mengintip” seperti itu.

“Karena Facebook tidak memperbolehkan hal ini dan akses informasi ini secara resmi di-blok oleh Facebook,” kata Alfons.

Ketika HarianIndo mencoba mengakses alamat situs siapalihat.com ternyata sudah tidak bisa dibuka lagi. Namun metode ini masih dapat dipakai lagi oleh aktor lain atau aktor yang sama dengan memakai alamat situs lain.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Resep Udang Goreng Cabe Hijau Nikmat

Resep Udang Goreng Cabe Hijau Nikmat

Jakarta – Apabila Anda merupakan penggemar sajian udang goreng, cobalah membuat menu yang satu ini. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis