Home > Olahraga > Balap > Inilah Penilaian Fernando Alonso tentang F1

Inilah Penilaian Fernando Alonso tentang F1

Madrid – Fernando Alonso pernah mencicipi menjadi juara dunia F1 seri 2005 dan 2006. Kini, setelah masa tersebut terlewati, dia memberikan penilaiannya terhadap ajang balap jet darat tersebut. Dia merasa balapan tersebut tidak menarik. Driver McLaren-Honda itu menjelaskan, perubahan regulasi setiap musim menjadi salah satu penyebabnya.

Inilah Penilaian Fernando Alonso tentang F1

Saat ini dunia F1 kurang digandrungi oleh masyarakat. Itu terjadi karena pengelola olahraga mahal tersebut tak konsisten mengeluarkan aturan. Terbaru, masalah radio komunikasi, yang sempat dilarang, namun kini diperbolehkan.

Selain itu, kini para drivers dapat memacu mobilnya sebanyak 160 putaran. Berbeda saat musim 2003 dan 2004, dimana pembalap mengitari trek hanya 60 sampai dengan 70 putaran. Tak pelak, Alonso mengkritik kebijakan para petinggi jet darat.

”Kami merasa ada yang kurang dalam hal konsistensi. Hal itu membingungkan semua orang, termasuk kami para pebalap,” kata Alonso mengutip Motorsport, Kamis (18/8/2016).

”Mobil sekarang tak lagi bertenaga atau menarik dikendarai seperti di tahun 2003 atau 2004. Dulu saat lakukan tes sebanyak 60 atau 70 putaran saya merasa sangat lelah. Sampai malam, leher masih terasa sakit. Sekarang, dalam sebuah tes pembalap bisa melakukan sampai 160 putaran,” pungkas sosok berusia 35 tahun tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Iannone Tegaskan Lebih Nyaman Membela Suzuki

Iannone Tegaskan Lebih Nyaman Membela Suzuki

Losail – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengaku sangat senang dengan kepindahannya dari Ducati ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis