Home > Ragam Berita > Nasional > Politisi Gerindra Dimintai Keterangan KPK Terkait Dugaan Suap Rp 300 Miliar

Politisi Gerindra Dimintai Keterangan KPK Terkait Dugaan Suap Rp 300 Miliar

Jakarta – Wihadi Wiyanto selaku politikus asal Partai Gerindra dimintai keterangan oleh pihak enyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan dugaan suap pembangunan 12 ruas jalan di Sumatra Barat dengan anggaran sebesar Rp 300 miliar melalui APBN-P 2016.

Politisi Gerindra Dimintai Keterangan KPK Terkait Dugaan Suap Rp 300 Miliar

Usai diperiksa selama 5 jam lebih sejak ukul 09.00 WIB, Wihadi tidak banyak bicara bicara. Menurutnya, semua yang diketahui tentang kasus tersebut telah diceritakan di hadapan penyidik.

“Tanya itu saja, penyidik,” kata Wihadi di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Yuyuk Andriati selaku Plt Harian Kepala Biro Humas KPK mengungkapkan jika ihadi diperiksa untuk membongkar kasus yang menjerat rekannya di Komisi III DPR I Putu Sudiartana (IPS).

“Ia diperiksa untuk IPS dan YA (Yogan Askan),” ujarnya.

Yuyuk menambahkan, penyidik lembaga antirasywah tersebut ingin menggali informasi dari Wihadi apakah suap tersebut juga mengalir ke Badan Anggaran DPR. Penyidik KPK, lanjut Yuyuk, juga ingin menggali komunikasi yang terjadi antara Wihadi dan tersangka IPS.

“Dalam perjalanan kasus, ada yang tadinya tak berkaitan. (Kemudian) bisa saja (ada) temuan baru dan ternyata ada kaitan (dengan kasus yang ditangani KPK). Di mana saja ada kaitan dan ada titik-titiknya,” tegasnya lagi.

Yuyuk mengutarakan pengembangan kasus itu terus diupayakan dan akan meminta keterangan kepada tersangka maupun saksi lain. “Pendalaman kasus tentu akan dilakukan dari banyak sisi. Semua pihak yang diduga mengetahui pasti akan dipanggil,” ujarnya.

Yuyuk mengatakan jika KPK telah memeriksa pengusaha dari Sumatra Barat sebagai saksi, yaitu Tando, sebab ada dugaan uang suap tersebut tidak hanya berasal dari kantong Yogan Askan, pendiri Partai Demokrat Sumatra Barat sekaligus pemberi suap Rp500 juta kepada IPS.

“Ada dugaan pengusaha lain ikut ­memberikan komitmen ke IPS. Dalam minggu ini, ada satu pengusaha yang sudah diperiksa terkait dengan komunikasi-komunikasi antara YA dan IPS. Masih didalami penyidik dugaan lain atau orang lain yang turut menyatakan komitmen dalam kasus ini,” ungkapnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Profesor Coppel : "Kata Pribumi Yang Digunakan Anies Aneh Dalam Tiga Hal"

Profesor Coppel : “Kata Pribumi Yang Digunakan Anies Aneh Dalam Tiga Hal”

Jakarta – Pilihan kata “Pribumi” yang digunakan Anies Baswedan dalam pidatonya yang menimbulkan polemik itu, ...