Home > Ragam Berita > Ekonomi > Benarkah Kenaikan Harga Rokok Akan Semakin Merugikan Indonesia ?

Benarkah Kenaikan Harga Rokok Akan Semakin Merugikan Indonesia ?

Jakarta – Apabila dibandingkan dengan harga rokok di Singapura dan Malaysia, harga di Indonesia sebenarnya masih lebih tinggi jika menggunakan perbandingan angka pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita di masing-masing negara.

Benarkah Kenaikan Harga Rokok Akan Semakin Merugikan Indonesia ?

Hal itu diungkapkan oleh Elvira Lianita, Head of Regulatory Affairs, International Trade and Communications PT HM Sampoerna Tbk, dalam siaran pers, Minggu (21/8/2016).

“Atas dasar itu, Sampoerna keberatan jika tarif cukai dinaikkan secara gila-gilaan. Sebab, itu bakal mendorong penaikan harga rokok melampaui daya beli masyarakat. Perlu kami sampaikan bahwa kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukai secara eksesif bukan merupakan langkah bijaksana,” katanya.

Kebijakan cukai yang terlalu tinggi akan mendorong naiknya harga rokok menjadi mahal sehingga tidak sesuai dengan daya beli masyarakat. Jika harga rokok mahal, maka kesempatan ini akan digunakan oleh produk rokok ilegal yang dijual dengan harga sangat murah dikarenakan mereka tidak membayar cukai.”

Dengan tingkat cukai saat ini, menurut Elvira, perdagangan rokok Ilegal telah mencapai 11,7 persen. Dan merugikan negara hingga mencapai angka Rp 9 triliun.

“Ini berdasarkan studi dari beberapa Universitas nasional. Hal ini tentu kontraproduktif dengan upaya pengendalian konsumsi rokok, peningkatan penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja.” (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Dirjen Pajak Ungkap Identitas WNI yang Transfer Rp 18,9 Triliun

Dirjen Pajak Ungkap Identitas WNI yang Transfer Rp 18,9 Triliun

Jakarta – Beberapa waktu yang lalu regulator keuangan Eropa dan Asia Tengah mendapati informasi terkait ...