Home > Ragam Berita > Nasional > DPR Tidak Ingin Terburu-buru Mengesahkan Perppu Kebiri

DPR Tidak Ingin Terburu-buru Mengesahkan Perppu Kebiri

Jakarta – Beberapa waktu lalu, tanah air diramaikan dengan kasus pencabulan. Karena itu, muncul wacana hukuman kebiri. Karena itu, RUU tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU atau Perppu Kebiri dikabarkan bakal disahkan. Namun, pengesahan RUU tersebut bakal tertunda.

DPR Tidak Ingin Terburu-buru Mengesahkan Perppu Kebiri

Saat rapat Paripurna, ada dua fraksi yang menyatakan ketidaksetujuannya untuk mengesahkan Perppu Kebiri hari ini, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengaku, pihaknya tak mau terburu-buru karena masih punya waktu yang cukup. Apalagi masih ada fraksi yang belum setuju dengan pengesahan tersebut.

”Karena situasinya masih mempunyai waktu yang cukup, kan sudah terlihat ada yang tidak setuju, ada yang setuju dengan catatan,” kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Meski bisa mengambil keputusan melalui voting, namun pihaknya menilai langkah itu dirasa belum perlu karena masih bisa dilakukan dengan cara musyawarah.

”Kalau Paripurna akan datang sudah siap yang diputusan, yang jelas sama-sama cooling down, kita masih mempunyai yang cukup,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Perawat Menilai Aksi Zumi Zola Marah-marah di RSUD Terlalu Arogan

Perawat Menilai Aksi Zumi Zola Marah-marah di RSUD Terlalu Arogan

Jambi – Puluhan ribu perawat yang tergabung dalam komunitas perawat di sosial media memberi tanggapan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis