Home > Ragam Berita > Nasional > Ruhut Sitompul : “Pak SBY Sayang Aku, Aku Tetap Kader Demokrat”

Ruhut Sitompul : “Pak SBY Sayang Aku, Aku Tetap Kader Demokrat”

Jakarta – Politikus asal Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menyatakan jika dirinya hanya tersenyum ketika membaca berita di media soal pencopotan dirinya sebagai Koordinator Jubir Demokrat.

Ruhut Sitompul : "Pak SBY Sayang Aku, Aku Tetap Kader Demokrat"

“Demokat bukan partaiku yang pertama. Demokrat partaiku yang terakhir. Ada kata-kata penutup, kalau memang aku harus dikeluarkan (dari partai), aku akan independen seperti Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama),” tegas Ruhut saat dikutip awak media, Rabu (24/8/2016).

Tapi faktanya Pak SBY sayang aku. Aku tetap kader Demokrat,” lanjutnya.

Ruhut juga menyatakan apabila kabar terkait pencopotan dirinya dari Koordinator Jubir Partai Demokrat karena Ia gabung dengan timses Ahok adalah tidak benar.

“Tentang Pak Ahok, saya selama ini selalu bilang pendapat pribadi,” terangnya.

Dirinya juga menegaskan kembali bahwa dirinya yakin bahwa pencopotan dirinya dari Jubir itu bukan berasal dari ide seorang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Ini ulah pembisik-pembisik itu, Amir, Syarief. Mereka enggak senang sama aku, jadi media darling, tiap hari masuk media. Akhirnya ngomong yang enggak-enggak ke Ketum. Mereka takut gue jadi menteri, kalau mau jadi menteri juga udah dari dulu gue terima,” tutup Ruhut. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Memaksa Masuk Gereja, Pendemo Lempari Polisi Dengan Batu

Memaksa Masuk Gereja, Pendemo Lempari Polisi Dengan Batu

Bekasi – Kompol Erna Ruswing selaku Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota menyatakan, massa pengunjuk ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis