Home > Ragam Berita > Nasional > Mukidi Punya Peran Besar Untuk Petani Kopi di Gunung Sumbing

Mukidi Punya Peran Besar Untuk Petani Kopi di Gunung Sumbing

Jakarta – Nama Mukidi menjadi viral di media sosial sejak 2 hari ini dengan berbagai macam cerita lucu dan meme yang membawa-bawa nama tokoh fiksi Mukidi di sana.

Mukidi Punya Peran Besar Untuk Petani Kopi di Gunung Sumbing

Namun di dunia nyata, ada seseorang bernama Mukidi yang merupakan pejuang lingkungan dari lereng Gunung Sumbing, Jawa Tengah.

Pria berumur 42 tahun ini mempunyai peran besar dalam menghijaukan kembali lahan kritis di daerahnya di Wonotirto, di lereng Gunung Sumbing.

Mukidi mengajak para petani di daerahnya untuk bercocok tanam secara tumbang sari sehingga mereka tidak bergantung kepada satu jenis tanaman saja berdasarkan musim. Selain menanam cabai dan tembakau, Mukidi juga mengajarkan bagaimana cara menanam kopi atau durian.

Mukidi Punya Peran Besar Untuk Petani Kopi di Gunung Sumbing

Awalnya para petani kurang merespon ajakan dari Mukidi karena petani di sana umumya tidak terlalu mengerti dan konsep dan teori, namun yang mereka lihat adalah fakta. Karena itu, sejak empat tahun lalu Mukidi berusaha keras untuk mengajari dan memberi contoh kapada wagrga di sekitarnya bagaimana bercocok tanam dengan cara tumpang sari dengan menanam kopi, memeliharanya, mengolah hasilnya, hingga menjualnya dalam bentuk kemasan.

Setelah empat tahun, kini perjuangan Mukidi telah menampakkan hasil dengan berhasil mengolah hasil kopi dan menjual kopi dengan merek “Kopi Mukidi”. Kopi ini ia jual melalui online lewat akun Twitter dan Instagram-nya, @kopimukidi.

Mukidi Punya Peran Besar Untuk Petani Kopi di Gunung Sumbing

Mukidi tidak pernah lelah mengajak para petani untuk mengikuti jejaknya dan memberikan pelatihan sehingga tingkat kesejahteraan warga di lereng Gunung Sumbing dapat makin membaik.

Terkait cerita Mukidi yang banyak beredar di media sosial dua hari ini, ia pun merasa geli dengan cerita-cerita lucu yang memakai nama Mukidi dengan berbagai permasalahannya.

“Saya ambil hikmahnya aja. Saya tidak pernah berprasangka buruk kepada orang. Semua orang berhak bicara dan yang mereka maksud toh juga bukan saya,” pungkasnya.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Usai Pelantikan Anies-Sandi, Jokowi dan Prabowo Tertawa Bareng

Usai Pelantikan Anies-Sandi, Jokowi dan Prabowo Tertawa Bareng

Jakarta – Acara pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ...