Home > Ragam Berita > Internasional > Berita Internasional : Sensor Isi Pemberitaan Media Bakal Diperketat Otoritas Tiongkok

Berita Internasional : Sensor Isi Pemberitaan Media Bakal Diperketat Otoritas Tiongkok

Beijing – Pemberitaan media-media di Tiongkok kini bakal dibatasi. Hal tersebut terjadi karena adanya sensor isi pemberitaan yang dilakukan otoritas Tiongkok. Media-media tersebut pun tidak bisa melakukan mempromosikan sembarangan. Apalagi yang tidak sesuai norma dan gaya hidup ala.

Berita Internasional : Sensor Isi Pemberitaan Media Bakal Diperketat Otoritas Tiongkok

Presiden Xi Jinping telah memulai langkah untuk melakukan sensor terhadap media-media yang tidak mencerminkan pandangan dari Partai Komunis Tiongkok (PKC). Otoritas Tiongkok belum lama ini menerbitkan aturan pembatasan bagi acara televisi yang terinspirasi dari Barat serta menjatuhkan hukuman yang lebih berat terhadap penyebaran rumor di sosial media.

Badan Negara urusan Media, Publikasi, Radio, Film, dan Televisi (SAPPRFT) meminta media hiburan dan berita untuk lebih banyak memberitakan ideologi Komunis serta energi positif dalam konten pemberitaan. Lelucon tidak senonoh atau kekaguman terhadap Barat tidak boleh ditampilkan dalam konten.

”Mereka harus menghindari untuk menampilkan artis, jutawan, dan selebritis internet sebagai tolok ukur gaya hidup. Mereka juga tidak boleh menganjurkan popularitas atau menampilkan konflik keluarga ke hadapan publik,” isi pernyataan SAPPRFT sebagaimana diberitakan Reuters pada Selasa (30/8/2016).

Legislator Tiongkok juga akan melakukan tinjauan ulang terhadap rancangan undang-undang (RUU) yang di dalamnya akan mendesak para pekerja film untuk mempertahankan integritas moral pribadi. Hal itu dilakukan setelah sejumlah selebriti ditahan akibat kasus narkoba atau prostitusi. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Gerakan Militer Myanmar Mendapat Dukungan Dari China

Gerakan Militer Myanmar Mendapat Dukungan Dari China

Jakarta – Menjadi pembicaraan utama, kali ini Cina berikan dukungan pada pihak militer Myanmar dalam ...