Home > Otomotif > Mobil > Ingin Punya Mobil Tapi Gaji Pas-Pasan? Bisa Dengan Cara Ini

Ingin Punya Mobil Tapi Gaji Pas-Pasan? Bisa Dengan Cara Ini

Jakarta – Banyaknya ajang pameran otomotif yang menawarkan bebagai kemudahan dan keringanan dalam hal uang muka dan cicilan bagi calon konsumen menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang sedang membutuhkan kendaraan.

Ingin Punya Mobil Tapi Gaji Pas-Pasan? Bisa Dengan Cara Ini

Namun demikian, banyak dari masyarakat yang kurang memahami bagaimana syarat dan pertimbangan yang harus dipenuhi untuk mengajukan kredit mobil baru.

Menurut Perencana Keuangan Mohamad Andoko, hal paling penting yang harus dipertimbangkan yaitu pastikan mampu untuk membayar cicilan mobil tersebut setiap bulannya dengan gaji yang diterima tanpa mengganggu kebutuhan yang lainnya.

“Memang kalau di kita (Indonesia) mayoritas beli aset itu lewat hutang. Karena kalau dilihat dari penghasilan rasanya nggak mungkin beli secara tunai,” kata Mohamad Andoko beberapa waktu lalu.

Bila akan membeli mobil secara kredit, pastikan jumlah cicilannya tidak melebihi 35 persen dari pendapatan total suami istri, bila telah menikah. Misalnya, dengan gaji total suami istri sebanyak Rp 10 juta maka cicilan maksimal kreditnya adalah Rp 3,5 juta.

“Tapi perlu diingat, 35 persen itu adalah batas maksimum hutang, kalau sebelumnya ada cicilan KPR rumah dan kalau ditotal lebih dari 35 persen, sebaiknya ditunda dulu,” jelasnya.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Ferrari 275 GTB/4 Ini Dibanderol Hingga Rp 34 Miliar

Ferrari 275 GTB/4 Ini Dibanderol Hingga Rp 34 Miliar

London – Para kolektor selalu membutu mobil Ferrari klasik di ajang lelang. Sebab, mobil tersebut ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis