Home > Hiburan > Gosip > Ikke Nurjanah Kaget Melihat Ahok Bisa Nyanyikan Lagu Dangdut

Ikke Nurjanah Kaget Melihat Ahok Bisa Nyanyikan Lagu Dangdut

Jakarta – Pedangdut Ikke Nurjanah (42) mengaku terkejut dengan kemampuan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membawakan lagu dangdut. Hal tersebut diakibatkan kegemaran Ahok menyaksikan film-film Rhoma Irama sedari kecil.

Ikke Nurjanah Kaget Melihat Ahok Bisa Nyanyikan Lagu Dangdut

“Beliau dari kecil memang sudah biasa madun. Di sana namanya madun atau pergelaran musik rakyat. Beliau katanya juga suka nonton film-film Haji Rhoma Irama. ‘Aku itu nonton, Ke’,” cerita Ikke di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2016).

Ikke berada di ruang kerja Ahok untuk pamit dan meminta dukungan Ahok sebelum ia berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk mempromosikan dangdut lewat rangkaian kegiatan Amerika Terlena Dangdut 2016.

Guna membuktikan jika dirinya menyukai dangdut, mantan Bupati Bangka Belitung itu menyanyikan sepenggal lagu “Terajana”.

“Saya senang dia tadi menyanyikan sepenggal lagu ‘Terajana’, ternyata dia bisa,” ceritanya lagi.

“Walau pun dia bilang suaranya suka enggak nge-tone, paling tidak Pak Ahok hafal dengan salah satu lagu dangdut. Lagu ‘Terajana’ kan sudah mempresentasikan lagu dangdut, ada kendang, suling,” ucap Ikke yang akan bertolak ke AS pada 1 September 2016 mendatang. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Netizen Tidak Rela Payudara Raline Shah Diumbar di Foto Ini

Netizen Tidak Rela Payudara Raline Shah Diumbar di Foto Ini

Jakarta – Raline Shah kerap menjadi pusat perhatian dengan kecantikan dan komolekan tubuhnya. Meski demikian, ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis