Home > Ragam Berita > Nasional > Ratna Sarumpaet Gugat KPK Karena Tak Usut Dugaan Korupsi Ahok

Ratna Sarumpaet Gugat KPK Karena Tak Usut Dugaan Korupsi Ahok

Jakarta – Aktivis wanita yang kerap menyuarakan penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ratna Sarumpaet, melayangkan gugatan kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ke PN Jakarta Pusat.

Ratna Sarumpaet Gugat KPK Karena Tak Usut Dugaan Korupsi Ahok

Ratna mengaku jika gugatan tersebut ia lakukan karena kecewa dengan kinerja KPK yang tak kunjung memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Ahok, yang diduga terlibat dalam korupsi dan malah ingin kembali mencalonkan menjadi Gubernur di Pilgub 2017 mendatang.

Kuasa hukum Ratna menegaskan kepada awak media jika Ahok adalah orang yang bermasalah sehingga siapapun yang ingin maju menjadi pemimpin harus melewati KPK terlebih dahulu.

Meski demikian, ahok sama sekali belum pernah diperiksa. Sehingga pihaknya terpaksa menggugat KPK kepada Pengadilan Negeri Jakpus karena dinilai telah lalai dalam masalah ini.

“Jadi untuk tergugatnya ialah KPK karena masalah kepemimpinan, misalnya saja ada seseorang yang ingin menjadi menteri saja wajib lewat KPK. Jika enggak melalui KPK pastinya bermasalah. Oleh sebab itu, kami meminta ketika pencalonan gubernur yang sekarang harus lewat KPK juga,” tegas Pengacara Tonin Tachta Singarimbun, yang mewakili ibunda dari Atiqah Hasiholan, Selasa (6/9/2016). (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Ini Video Pidato Megawati Yang Dipermasalahkan Habib Rizieq

Ini Video Pidato Megawati Yang Dipermasalahkan Habib Rizieq

Jakarta – Pidato Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam peringatan HUT ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis