Home > Hiburan > Gosip > Tio Pakusadewo Mengaku Muak Dengan Sosok Gatot Brajamusti

Tio Pakusadewo Mengaku Muak Dengan Sosok Gatot Brajamusti

Jakarta – Gatot Brajamusti yang saat ini tertangkap karena terlibat kasus kepemilikan narkoba hingga senjata api yang menyeretnya membuat sejumlah kalangan kecewa. Pasalnya, Gatot diciduk oleh polisi disaat dirinya kembali terpilih sebagai ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Tio Pakusadewo Mengaku Muak Dengan Sosok Gatot Brajamusti

Salah satu artis yang terlihat¬†sangat kecewa dan marah dengan kelakuan Gatot tersebut adalah aktor senior Tio Pakusadewo. Bintang film “The Raid” ini bahkan menilai Gatot cuma beruntung saja ketika terpilih menjadi ketua PARFI.

“Kebetulan saja dia mendapatkan kesempatan, kebetulan mempunyai kebiasaan dalam kesenian dan bernyanyi serta mengaji khususnya,” ujar Tio. “Kemudian menjadi halusinate karena menggunakan apa yang disebut asmat, sebenarnya itu yang disebut sabu.”

Tio juga menambahkan bahwa penggunaan obat-obatan terlarang bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Aktor berusia 53 tahun ini bahkan mengaku muak saat ditanya sosok Gatot saat masih menjabat sebagai ketua PARFI.

“Drug it’s not ok, tapi kita harus berkarya dan membedakan mana yang baik dan buruk,” lanjutnya.”

“Boleh nggak, nggak ngomongin dia? Saya muak ngomongin dia, nggak level saya,” tandasnya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Pertimbangan Dewi Sandra Mengapa Tolak Tawaran Pekerjaan Di Bulan Ramadan

Inilah Pertimbangan Dewi Sandra Mengapa Tolak Tawaran Pekerjaan Di Bulan Ramadan

Jakarta – Aktris sekaligus penyanyi Dewi Sandra memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan apapun dalam Bulan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis