Home > Ragam Berita > Internasional > Obama Tidak Ambil Pusing dengan Cibiran Duterte

Obama Tidak Ambil Pusing dengan Cibiran Duterte

Vientianne – Belum lama ini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencibir Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Namun, Obama tidak ambil pusing dengan hal tersebut. Pihaknya pun telah memaafkan perkataan kasar tersebut. Hal tersebut ditandai dengan jabat tangan keduanya. Hal tersebut berlangsung di Vientianne, Laos, Rabu malam (7/9/2016).

Obama Tidak Ambil Pusing dengan Cibiran Duterte

”Seperti yang saya bilang di China ketika ditanya mengenai hal ini, saya tidak mengambil hati komentar pribadi (Duterte), karena sepertinya kata-kata (kasar) itu adalah frasa yang sering kali diucapkannya. Umpatan yang sama dia semprotkan ke Paus (Fransisikus I) dan lainnya, terus begitu. Menurut saya, itu cuma kebiasaan (buruk) dia saja,” terang Obama sebagaimana diberitakan GMA Network pada Kamis (8/9/2016).

Dalam kesempatan yang sama, presiden yang berjuluk Anak Menteng itu menegaskan bahwa pada intinya semua kesalahpahaman telah diselesaikan pada pertemuan keduanya Rabu kemarin. Obama berharap ucapan Duterte yang kontroversial tersebut tidak akan memengaruhi kemitraan antarnegara.

”Saya menyalami Presiden Duterte semalam. Interaksi kami memang tidak lama dan yang saya minta adalah tim saya bisa mengatur pertemuan dengannya untuk membicarakan sejumlah isu,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Mantan Miss Hongaria Mengaku Pernah Diajak Ngamar Oleh Trump

Mantan Miss Hongaria Mengaku Pernah Diajak Ngamar Oleh Trump

Washington – Donald Trump diserang bertubi-tubi dari berbagai pihak. Sebelumnya, sempat diheboh dengan skandal Golden ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis