Home > Ragam Berita > Nasional > Kelaparan, Pria Ini Nekat Curi Handphone di Masjid

Kelaparan, Pria Ini Nekat Curi Handphone di Masjid

Jakarta – Banyak orang yang berbuat nekat lantaran terhimpit masalah perut atau ekonomi. Hal tersebut tampak seperti yang dilakukan KM bin MI, 42. Keduanya kini harus berurusan dengan hukum. Sebab, mereka kedapatan mencuri handphone milik Iwan Santiwa, 47. Kejadian tersebut terjadi pada jamaah Masjid Jami Al Muchlisin, Grogol, Jakarta Barat.

Kelaparan, Pria Ini Nekat Curi Handphone di Masjid

ilustrasi

Pelaku mengambil handphone saat korban tengah tidur-tiduran usai melaksanakan salat di masjid.

”Saat korban tertidur tengah istirahat, handphone yang dia taruh disampingnya langsung diambil pelaku,” kata Kasubaghumas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Herru Julianto, Jakarta Barat, Jumat (9/9/2016).

Korban baru mengetahui barangnya hilang saat terbangun dan tidak mendapati handphone yang ia taruh disebelahnya. Korban yang panik, langsung berteriak copet. Pelaku yang saat itu masih berada di sekitar masjid langsung ditangkap massa.

”Massa yang mendengar suara korban, langsung mengejar pelaku,” ujarnya.

Usai ditangkap, massa mendapati handphone korban berada di tangan pelaku, yang langsung diamankan di Polsek Tanjung Duren. Saat di interogasi polisi, pelaku mengaku hasil curiannya tersebut untuk membeli makanan. ”Dia ngakunya buat beli makanan,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Sandiaga Uno Kembali Dialporkan ke Polisi, Ada Apa ?

Sandiaga Uno Kembali Dialporkan ke Polisi, Ada Apa ?

Jakarta – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno kembali terjerat hukum. Setelah dipolisikan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis