Home > Ragam Berita > Nasional > Rismon Hasiholan : Bukti Rekaman CCTV Dinilai Tidak Otentik

Rismon Hasiholan : Bukti Rekaman CCTV Dinilai Tidak Otentik

Jakarta – Sidang kasus pembunuhan Mirna hingga kini masih berjalan. Beberapa saksi ahli pun telah didatangkan. Belum lama ini, ahli teknologi informasi dan digital forensik Universitas Mataram Rismon Hasiholan Sianipar mengungkapkan sebuah pernyataan. Pihaknya menilai rekaman CCTV kafe Olivier tidak otentik. Selain itu, rekaman tersebut dinilai menyalahi aturan Kapolri.

Rismon Hasiholan : Bukti Rekaman CCTV Dinilai Tidak Otentik

Rismon merujuk pada Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2009 tentang tata cara dan persyaratan permintaan pemeriksaan teknis kriminalistik tempat kejadian perkara dan laboratorium kriminalistik barang bukti kepada laboratorium forensik kepolisian negara Republik Indonesia.

Peraturan itu menyatakan semua alat bukti harus disita tanpa pengecualian, namun yang dilakukan penyidik hanya memindahkan file dari CCTV ke flaskdisk, tanpa disita seluruhnya.

”Barang bukti CCTV tidak otentik dan menyalahi aturan Kapolri,” kata Rismon di PN Jakarta Pusat pada Kamis (15/9/2016).

”Sangat disayangkan, penyidik hanya memindahkan rekaman ke flashdisk. Seharusnya semua disita, sehingga bisa diperiksa secara lebih komprehensif,” tambahnya.

Sementara itu, Otto Hasibuan pun menambahkan proses pemindahan itu rawan manipulasi dan mereduksi kualitas dari video. ”Ini tidak (disita), cuma dipindahkan melalui flashdisk. Apalagi ahli sudah menjelaskan, ada reduksi yang menyebabkan indikasi manipulasi dari rekaman CCTV tersebut,” katanya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Jonru Ikut Komentari Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

Jonru Ikut Komentari Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

Jakarta – Sebuah buku bertajuk souvenir spesial yang dibagikan dalam acara pembukaan SEA Games 2017 ...