Home > Ragam Berita > Nasional > Begini Cara Kanjeng Dimas Bunuh Dua Mantan Santri yang Tahu Kedok Penipuan Padepokannya

Begini Cara Kanjeng Dimas Bunuh Dua Mantan Santri yang Tahu Kedok Penipuan Padepokannya

Surabaya – Pemilik sekaligus pengasuh Pedepokan Kanjeng Dimas yang terletak di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Kanjeng Dimas Taat Pribadi yang ditangkap paksa oleh sekitar seribu lebih personil polisi dari Polres Probolinggo dengan dibantu dari Poda Jawa Timur karena telah tiga kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Begini Cara Kanjeng Dimas Bunuh Dua Mantan Santri yang Tahu Kedok Penipuan Padepokannya

Kanjeng Dimas Taat Pribadi diduga menjadi otak pembunuhan terhadap dua orang mantan santrinya, yang bernama Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

Abdul Gani diketahui sebagai saksi kunci seorang profesor yang melapor ke Mabes Polri atas dugaan penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh Kanjeng Dimas. Sang profesor menyerahkan uang untuk digandakan oleh Kanjeng Dimas melalui korban Abdul Gani.

Sehari sebelum Abdul Gani dipanggil oleh penyidik Mabes Polri, Kanjeng Dimas memanggil korban ke padepokan dengan iming-iming akan diberi uang sebesar Rp 20 miliar. Sesampainya di padepokan, Abdul Gani justru dikeroyok oleh para sultan bentukan Kanjeng Dimas dengan lehernya dijerat tali. Setelah tewas, mayat korban kemudian dibuang di bawah jembatan , di daerah Wonogiri, Jawa Tengah.

Begini Cara Kanjeng Dimas Bunuh Dua Mantan Santri yang Tahu Kedok Penipuan Padepokannya

“Abdul Gani datang ke padepokan setelah dijanjikan uang oleh tersangka. Tapi setelah datang justru dibunuh oleh para sultan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Argo Yuwono, Sabtu (24/9/2016).

Petugas kepolisian dari Polda Jawa Tengah yang memeriksa mayat korban menemukan ciri-ciri penganiayaan yang sama yang dialami oleh korban Ismail Hidayah asal Situbondo, yang juga telah dibunuh sebelumnya.

Ismail diculik dari kediamannya pada tengah malam lalu dibawa ke areal persawahan. Di sana Ismail dikeroyok hingga tewas sambil lehernya dijerat oleh tali juga. Mayat Ismail kemudian dikubur di sekitar hutan di Tegalsrono, Probolinggo. Setelah beberapa hari mayat Ismail baru ditemukan setelah makamnya dibongkar oleh sekelompok anjing liar.

Hingga kini petugas kepolisian sedang mendalami kasus Kanjeng Dimas dalam kasus pembunuhan berencana serta pencucian uang dan peredaran uang palsu.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

FPI dan Ormas Lain Kecewa Makan Siang Bareng Anies Ditunda

FPI dan Ormas Lain Kecewa Makan Siang Bareng Anies Ditunda

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rencananya hari ini akan menggelar acara makan bersama ...