Home > Ragam Berita > Nasional > Petinggi PDIP Ini Kini Memuji Ahok Setelah Sebelumnya Menolak

Petinggi PDIP Ini Kini Memuji Ahok Setelah Sebelumnya Menolak

Jakarta – Dunia politik memang penuh dinamika dan terkadang tidak dapat diprediksi dan diramal. Seseorang yang tadinya menjadi lawan tiba-tiba bisa menjadi kawan, bahkan memuji-muji orang yang tadinya ia benci.

Petinggi PDIP Ini Kini Memuji Ahok Setelah Sebelumnya Menolak

Hal ini juga terlihat dari sikap Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang sempat menolak pencalonan Ahok kembali menjadi Gubernur DKI. Tapi setelah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri langsung turun tangan dengan mendukung pasangan Ahok-Djarot, sikap Andreas jadi berubah.

“Seluruh dinamika kita tutup sebagai sejarah. Kita buka lembaran baru untuk pertarungan yang akan datang,” jelas Andreas pada saat pengumuman penetapan pasangan Ahok-Djarot di Kantor DPP PDIP, Selasa (20/9/2016).

Menurut Andreas, hampir semua hasil survei menunjukkan tren positif terkait penilaian masyarakat dan elektabilitas dari Ahok. Andreas mengungkapkan, bagi dia pribadi Ahok masih menjadi yang terdepan yang memenuhi syarat mengsisi posisi Gubernur DKI Jakarta.

“Dari berbagai hasil survei dari berbagai lembaga survei menunjukan; preferensi pilihan publik DKI lebih pada figur yang mempunyai kualifikasi solutif terhadap problem di Jakarta, pengalaman empiris dalam persoalan pemerintahan kota. Figur yang menyentuh persoalan pokok masyarakat perkotaan; lapangan kerja, transportasi dan perumahan,” kata Andreas kepada wartawan, Sabtu (24/9/2016).

“Dari preferensi publik seperti ini, terbukti hampir semua lembaga survei pada hasil top of mind menempatkan 3 besarnya Ahok-Risma-Ridwan Kamil. Karena ke-3 figur inilah yang memenuhi preferensi pilihan publiik,” jelasnya.

“Ahok selalu berada pada posisi teratas, terutama karena keuntungannya sebagai incumbent dengan tingkat kepuasan publik diatas 60%,” sambungnya.

Andreas juga menjelaskan bahwa pasangan Ahok-Djarot harus dapat memaksimalkan mesin partai dalam mengawal proses kampanye.

“Pasangan Ahok-Djarot perlu memaksimalkan potensi kepuasan publik terhadap pemerintahannya, dengan tidak perlu banyak janji karena mereka sudah berbuat. Ahok-Djarot pun perlu memaksimalkan mesin partai terutama untuk mengawal dalam proses kampanye dan mengamankan penghitungan suara,” papar Andreas.

“Kalau ini semua berjalan efektif, dengan tidak bermaksud meremehkan pasangan yang lain, tapi saya yakin Ahok-Djarot akan menang dalam satu putaran” imbuhnya.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Gerindra Optimis Prabowo Menang Pilpres 2019

Jakarta – Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai hasil survei dari beberapa lembaga ...