Home > Ragam Berita > Nasional > Ternyata Ini Strategi SBY Majukan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilgub DKI

Ternyata Ini Strategi SBY Majukan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilgub DKI

Jakarta – Dimunculkannya sosok Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam bursa Pilgub DKI Jakarta berpasangan dengan Sylviana Murni menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.

Ternyata Ini Strategi SBY Majukan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilgub DKI

Sebagian besar publik bertanya mengapa SBY tega mengorbankan putranya sendiri yang sedang meniti karir di TNI dan belum mempunyai pengalaman di pemerintahan untuk maju menjadi salah satu calon Gubernur DKI?

Menurut mantan Ketua DPR yang juga politisi Partai Demokrat, Marzuki Ali, SBY saat ini sedang mempersiapkan putra mahkotanya untuk menjadi penerus dinasti Yudhoyono pada pertarungan yang sebenarnya, yaitu Pilpres.

“SBY ahli strategi, itu diakui oleh banyak pihak termasuk dari TNI. Pendapat itu banyak juga saya dengar dari senior-senior SBY atau yang satu angkatan,” tukas Marzuki Ali.

Menurut Marzuki Ali, SBY tentu saja tidak memajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono begitu saja tanpa perhitungan yang matang sebelumnya. Ia meyakini SBY memakai hasil survei yang yang sangat akurat sebagai dasar perhitungannya.

“Hasil survei jelas, elektabilitas Ahok semakin menurun, trend menurun ini bahaya, kalau tidak ada sesuatu yang luar biasa tidak mungkin trend itu bisa direbound. Ditambah lagi organisasi anti Ahok semakin berkembang, sudah sangat massive dari kampung ke kampung, itu semua pasti dalam pantauan SBY,” terangnya.

Selain itu menurut pemikiran SBY, lawan-lawan Ahok yang lainnya tidak disukai publik karena selalu menyerang Ahok dari sisi SARA, yang mungkin tidak akan berpengaruh banyak di Jakarta.

“Artinya ada peluang, ada momentum yang bisa dimasuki SBY, untuk memenuhi ambisinya melanjutkan kekuasaan kepada putra yang memang sudah disiapkan. Yang jelas, Agus tidak banyak peluang berkarier di TNI karena sudah tidak ada dalam lingkaran kekuasaan lagi,” terangnya.

Selain itu menurut Marzuki Ali, SBY adalah gurunya pencitraan yang dengan mudahnya mendapatkan perhatian publik.
“Suhunya atau guru pencitraan di Indonesia adalah SBY, yang dicontoh dengan baik oleh Jokowi mulai Pilkada sampai Pilpres. Saya ingat kalimat SBY, politik itu citra,” tegasnya.

“Bu Sylviana, pasangan Agus juga bukan sembarang orang, punya track record yang mumpuni sebagai birokrat, pendidikan tinggi dan berpengalaman yang bisa mendukung Agus untuk cepat menguasai masalah DKI. Citra bu Sylvi bisa menarik kaum muda perempuan profesional dan terdidik,” tambahnya.

SBY juga pasti akan mengingat peristiwa tahun 2004 dimana pada saat itu elektabilitas SBY masih di bawah 10 persen sedangkan Megawati mencapai 40 persen, namun SBY pintar memanfaatkan tren Megawati yang sempat menurun.

“Ada 3 calon, Agus akan masuk putaran 2, di situlah pertempuran head to head Agus dan Ahok.

“Kalau Ahok tidak mengubah strategi, maka Ahok akan tergusur. Agus menang dan disiapkan akan running di 2019. Capres termuda, mengikuti jejak Obama, seperti yang dirintis Anas Urbaningrum, tapi kurang mendapat dukungan yang kuat sehingga tergusur,” tambah Marzuki Ali.

Bila ternyata skenario menang tidak tercapai, maka SBY masih mempunyai skenario cadangan yaitu mempersiapkan posisi Ketua Umum Partai Demokrat.

“Tidak ada yang kalah dalam perhitungan SBY. Orang hebat karena punya 1001 alternatif,” tutupnya.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Aksi 313, Sekjen FUI : "Habib Rizieq Insya Allah Akan Bergabung"

Aksi 313, Sekjen FUI : “Habib Rizieq Insya Allah Akan Bergabung”

Jakarta – Salah satu organisasi masyarakat, Forum Umat Islam (FUI) akan menggelar aksi 313 guna ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis