Home > Ragam Berita > Internasional > Debat Trump-Hillary Menarik Perhatian Taliban

Debat Trump-Hillary Menarik Perhatian Taliban

Washington – Debat calon presiden Amerika Serikat 2016 telah berlangsung. Hal tersebut pun membikin rekor baru. Yakni, meningkatnya jumlah penonton televisi di skala nasional. Berdasar data CNN pada Rabu (28/9/2016) sekitar sedikitnya 80,9 juta mata mengikuti debat tersebut.

Debat Trump-Hillary Menarik Perhatian Taliban

Begitu menariknya perdebatan Senin 26 September malam waktu AS, kelompok teroris Taliban yang berada nun jauh di tempat persembunyiannya di Afghanistan pun ikut menonton. Di antara keduanya, capres Republik menuai perhatian paling besar.

”Kami sangat tertarik menonton (debat capres AS 2016). Kandidat yang paling menarik ialah (Donald) Trump, dia tipe orang yang berbicara sesukanya, ya,” ujar juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid sebagaimana diberitakan New York Post pada Rabu (28/9/2016).

”(Isunya) tidak ada yang menarik bagi kami. (Sebab) mereka berdua membahas sangat sedikit sekali tentang Afghanistan dan rencana masa depan mereka untuk negara ini,” terangnya.

Jumlah penonton debat capres AS 2016 pertama ini memecahkan rekor sebelumnya yang ditorehkan pada 1980. Kala itu kursi orang nomor satu di Negeri Paman Sam tengah diperebutkan oleh Jimmy Carter dan Ronald Reagan. Sekira 80,6 juta pemirsa menyaksikan perdebatan sengit mereka. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Hari Ini Taiwan Akan Tentukan Nasib Pernikahan Kaum LGBT

Hari Ini Taiwan Akan Tentukan Nasib Pernikahan Kaum LGBT

Taiwan – Pengadilan Taiwan hari ini, Rabu (24/5/2017) akan mengadakan sidang dan memutuskan apakah akan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis