Home > Ragam Berita > Nasional > Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Videotron Hot Jepang di Jaksel

Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Videotron Hot Jepang di Jaksel

Jakarta – Terkait tentang kasus penayangan video berkonten pornografi pada videotron di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, kini pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut. Polisi telah meminta keterangan dari 10 saksi dalam kasus tersebut.

Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Videotron Hot Jepang di Jaksel

Dari 10 saksi yang telah dimintai keterangan, ada delapan di antaranya yang merupakan pihak dari PT Transito Adiman Jati (PT TAJ) Advertising selaku pemilik videotron tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono.

“Semalam kami sudah datangi perusahaan, periksa sekitar delapan admin yang mengurus penayangan iklan,” ungkap Awi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

Sedangkan dua orang saksi lainnya merupakan warga yang tak sengaja melihat kejadian tersebut secara langsung. Namun, Awi belum mau membeberkan keterangan dari para saksi.

Pada Sabtu (1/10/2016) pagi tadi, direksi dari PT TAJ juga dipanggil untuk dimintai keterangan soal kejadian tersebut. Direksi perusahaan tersebut ternyata masih menjalani tahap pemeriksaan. Dalam kasus ini, polisi turut menyita enam buah CPU dari kantor perusahaan TAJ.

Awi mengaku sebuah unit CPU telah diperiksa dengan metode digital forensik. Tidak hanya CPU, polisi juga menyita barang bukti lain berupa delapan unit handphone dari para admin operator. Dalam mengungkap kasus ini, Awi menegaskan tidak mau terburu-buru menetapkan tersangka. Pemeriksaan harus komprehensif agar kasus dapat terungkap jelas.

“Kita mohon waktu, supaya komprehensif. Tapi, tentu akan periksa semua unit komputer yang ada di perusahaan itu,” paparnya.

“Ada kemungkinan. Bertahap kan pemeriksaan digital forensic itu,” ulasnya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

20 Ormas Dipastikan Ikut Aksi 287

Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) bersama dengan sejumlah ormas rencananya ...