Home > Ragam Berita > Nasional > Pelaku Videotron Porno Terancam UU ITE dan Pornografi

Pelaku Videotron Porno Terancam UU ITE dan Pornografi

Jakarta – Tim penyidik Cyber Crima Polda Metro Jaya hingga kini masih memburu pelaku kasus videotron porno. Berdasar informasi, tersangka bakal dijerat UU ITE dan UU Pornografi.

Pelaku Videotron Porno Terancam UU ITE dan Pornografi

“Tim masih memeriksa dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang mengunggah video tersebut. ini ada unsur kesengajaaan atau ada yang meng-hack,” tutur Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono pada Minggu (2/10/2016).

Saat ini pihak penyidik belum bisa menentukan tersangka karena masih melakukan pemeriksaan digital forensik. Awi mengklaim jika CPU yang diperiksa oleh Tim penyidik Cyber Crime tersebut bisa mengetahui siapa pengunggah video porno. Selain itu, delapan admin juga diperiksa alat komunikasinya.

“Handphone-nya juga diambil apakah ada komunikasi lewat situ, segala kemungkinan bisa terjadi, makanya kita tunggu, beri kesempatan penyidik Cyber crime,” tambahnya.

Awi kemudian menyatakan, pihaknya akan mempergunakan UU ITE dan UU Pornografi untuk menjerat pelaku papan reklame porno tersebut.

“Tapi tetap kita praduga tak bersalah dulu, kita tunggu penyidik menetapkan tersangkanya, perbuatan pidananya apa,” tandas Awi. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Foto Anggota Pramuka Makan Beralaskan Tanah Hebohkan Medsos, Ini Penjelasan Ketua Kwarnas Pramuka

Foto Anggota Pramuka Makan Beralaskan Tanah Hebohkan Medsos, Ini Penjelasan Ketua Kwarnas Pramuka

Jakarta – Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Ahdyaksa Dault mempersoalkan beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis