Home > Ragam Berita > Nasional > IMB Gereja GBKP Pasar Minggu Terganjal Persetujuan Warga ?

IMB Gereja GBKP Pasar Minggu Terganjal Persetujuan Warga ?

Jakarta – Baru-baru ini diberitakan bahwa Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu akan direlokasi oleh Pemkot Administrasi Jakarta Selatan. Namun banyak jemaat gereja tersebut yang menolak hal itu.

IMB Gereja GBKP Pasar Minggu Terganjal Persetujuan Warga ?

Para jemaat itu bersedia direlokasi asalkan Pemkot Administrasi Jaksel mau menerbitkan surat izin mendirikan bangunan (IMB). Pasalnya, sudah selama 10 tahun mengurus IMB tersebut, pihak GBKP hingga kini belum mendapatkannya.

“Tuntutan kami jelas. Kami akan tetap beribadah selama belum dikeluarkan IMB. Kalau mau relokasi silakan, asal kami menerima IMB terlebih dulu,” ujar pendeta di GBKP Pasar Minggu, Penrad Siagian kepada Republika.co.id, Ahad (2/10).

Pemkot Jaksel sempat meminta jemaat untuk tidak lagi beribadah di Jalan Tanjung Barat No.148 A, Pasar Minggu. Akan tetapi, para jemaat tersebut menolak hal itu. Hingga hari ini, jemaat tetap melakukan ibadah di tempat tersebut. Sikap dari jemaat tersebut bukanlah pembangkangan, melainkan hendak menunjukkan bahwa ada kebebasan beribadah warganya yang terhambat dan tidak difasilitasi negara.

Sudah sejak tahun 2006 silam , jemaat sudah tujuh kali berpindah-pindah untuk melakukan peribadatan, yakni di Gedung Tranka Kabel (2006), GPIB Pasar Minggu (2006), Gedung Graha Simatupang (2007), Gereja Haleluya Taman Mini (2008), Gedung Sinar Kasih, Dewi Sartika (2011), dan Gedung Beyond Menara FIF (2016).

Panitia pembangunan gereja telah mengajukan izin pembangunan rumah ibadah kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta pada tahun 2004 silam. Hasilnya, pada tanggal 14 Februari 2005, Gubernur Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan IMB dengan No: 01439/IMB/2005 untuk mendirikan bangunan baru dan kantor (KUT). Namun IMB tersebut tidak sesuai dengan yang diajukan oleh GBKP Pasar Minggu yaitu IMB untuk pembangunan rumah ibadah.

Pada Januari 2006, majelis dan panitia pembangunan gereja memutuskan merenovasi bangunan tersebut. Alasannya, yakni pertumbuhan jumlah jemaat di GBKP Pasar Minggu dan untuk mendukung kenyamanan dalam beribadah. Dasar renovasi ini, adalah IMB Nomor 01439/IMB/2005 yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Namun, pada 12 Maret 2006 sekelompok warga melaksanakan unjuk rasa dengan tuntutan keberatan terhadap kegiatan renovasi bangunan, meminta penutupan tempat ibadah GBKP Pasar Minggu, dan seluruh aktivitas jemaat di lokasi tersebut dihentikan.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Fadli Zon Minta KPK Depak Juru Bicaranya

Fadli Zon Minta KPK Depak Juru Bicaranya

Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fadli Zon meminta Komisi Pemberantasan Korupsi ...