Home > Hiburan > Gosip > Aktivis Perempuan Sindir KPAI Yang Dinilai Terlalu Memojokkan Awkarin

Aktivis Perempuan Sindir KPAI Yang Dinilai Terlalu Memojokkan Awkarin

Jakarta – Karin Novilda alias Awkarin yang terkenal melalui unggahan video dan fotonya di sejumlah media sosial, dipanggil oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Akhirnya, Awkarin pun menghadiri panggilan tersebut pada Kamis (29/9/2016).

Aktivis Perempuan Sindir KPAI Yang Dinilai Terlalu Memojokkan Awkarin

Panggilan tersebut lantaran KPAI keberatan dengan konten-konten yang diproduksi oleh Awkarin di berbagai kanal media sosial. Konten-konten Awkarin tersebut dinilai oleh KPAI membawa dampak negatif bagi anak-anak. KPAI juga mengaku bahwa pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari para orang tua soal video-video milik Awkarin.

Pertemuan yang telah dilakukan pekan lalu itu, sepertinya menjadi tanda perdamaian bagi kedua belah pihak. Asrorun Niam selaku Ketua KPAI telah mengakui bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan, dalam pertemuan tersebut.

Awkarin telah sepakat bahwa konten-konten yang diunggahnya nanti tak melulu menghibur, akan tapi juga harus memiliki sisi edukasi juga. Asrorun menceritakan bahwa Awkarin telah mengakui bila konten-kontennya sejauh ini tidak memuat unsur pendidikan dan berdampak kurang baik terhadap pengikutnya. Gadis berusia 18 itu juga menyampaikan permohonan maaf.

“Kemudian akan mem-posting konten yang mendidik. Poin yang paling penting pertemuan itu lebih pada membangun kesadaran. Pertemuan itu diperoleh hasil, ada kesadaran akan kesalahan dan komitmen untuk tidak mengulangi dan memperbaiki,” kata Asrorun.

Namun, di sisi lain, tindakan yang dilakukan oleh KPAI tersebut dinilai oleh Aktivis perempuan, Chika Noya, terkesan memojokkan Awkarin. Chika menuding bahwa tindakan KPAI mempermasalahkan Awkarin sebagai upaya untuk “mengontrol tubuh dan seksualitas perempuan.”

Chika pun menilai ada indikasi pengekangan kebebasan berekspresi terhadap Awkarin.Bila melihat Undang-Undang Perlindungan Anak, Awkarin bukan lagi seorang anak.

“Kita kan tidak bisa membuat semua remaja sama. Misalnya semua remaja harus berjilbab, atau semua remaja harus seksi, kan tidak bisa begitu. Kalau Awkarin dianggap membahayakan anak-anak, dia sendiri kan sudah 19 tahun,” kata Chika, dilansir BBC Indonesia.

“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan,” demikian keterangan dalam Undang-Undang itu .

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Wah, Logo Toko Kue Krisdayanti Dituding Hasil Plagiat, Benarkah ?

Wah, Logo Toko Kue Krisdayanti Dituding Hasil Plagiat, Benarkah ?

Jakarta – Salah seorang diva Indonesia, Krisdayanti belum lama ini dikabarkan juga ikut membuka toko ...