Home > Ragam Berita > Nasional > Akun FB Si Bunni Yani Disebut Yang Memancing Polemik Surat Al Maidah 51

Akun FB Si Bunni Yani Disebut Yang Memancing Polemik Surat Al Maidah 51

Jakarta – Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya baru-baru ini didatangi oleh salah satu komunitas yang mengatasnamakan dirinya Komunitas Advokat Muda Ahok Djarot (Kotak ADJA). Kedatangan relawan Ahok-Djarot disana guna melaporkan salah satu akun media sosial Facebook yang diduga sebagai pemicu polemik Surat Al Maidah ayat 51 yang belakangan ini sempat memanas.

Akun FB Si Bunni Yani Disebut Yang Memancing Polemik Surat Al Maidah 51

Muanas Alaidid selaku ketua komunitas tersebut mengatakan bahwa laporan tersebut usai pihaknya mencermati lebih seksama dari berbagai perkembangan seputar video yang beredar terkait Cagub dan Cawagub Ahok Djarot yang memicu sebagai polemik di masyarakat.

“Kemudian kami mengurut dan hasil investigasi kami menemukan bermula dari akun FB bernama SBY, SBY bukan mantan presiden kita. Tapi namanya Si Bunni Yani,” kata Muanas kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/10/2016).

Muanas juga menambahkan bahwa pemilik akun memposting pernyataan Ahok ketika dirinya berkunjung ke Pulau Seribu, pada (27/9/2016) untuk bertemu para nelayan disana. Pihaknya kini sudah membawa sebuah bukti berupa rekaman video Ahok yang asli dan video potongan berdurasi 31 detik tersebut.

Namun, Ia menambahkan bahwa akun FB tersebut kini sudah dihapus oleh pemiliknya. Muanas menilai bahwa akun FB tersebut itulah yang awal mulanya memicu polemik yang hingga kini masih memanas itu.

“Sama dia dipotong durasinya 31 detik karena awalnya video tersebut 1 jam 48 menit,” ujarnya.

“Kemudian itu dipotong dan diberi kata kata yang provokatif. Ditulis sama dia ‘apakah ini penistaan agama. Apakah ibu bapak pemilih (muslim) dibohongi Al Maidah ayat 51 dan masuk neraka bapak ibu dibohongi’. Kelihatannya akan terjadi hal hal yang tidak baik dari video ini,” katanya.

“Kemudian banyak pihak-pihak yang menjadi korban dan melaporkan. Kemudian menarik kesimpulan secara sepihak bahwa statement Pak Ahok dalam pertemuan di pulau seribu itu seolah-olah tendensius,” katanya.

Ia mengaku bahwa hal tersebutlah yang membuat pihaknya melaporkan akun itu ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, akun tersebut melakukan penyesatan informasi yang menyebabkan kebencian dan keresahan dengan latar belakangnya SARA.

“Jadi kami mengharapkan kepada penegak hukum untuk mengambil ini agar tidak terjadi gejolak, keresahan, kebencian. Persatuan dan kesatuan harus dijaga karena apapun latar belakangnya ini Pilkada DKI Jakarta,” ucapnya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Polri Tolak Spekulasi dengan Hasil Uji Laboratorium Beras Oplosan

Polri Tolak Spekulasi dengan Hasil Uji Laboratorium Beras Oplosan

Jakarta – Tim Satgas Pangan Mabes Polri mendatangi Markas Polda Sumatera Selatan untuk melihat kasus ...