Home > Ragam Berita > Nasional > Sebut MUI Saksi Paling Ahli Urusan Pidana Negara, Ahmad Dhani Dibully

Sebut MUI Saksi Paling Ahli Urusan Pidana Negara, Ahmad Dhani Dibully

Jakarta – Salah seorang musisi kondang tanah air, Ahmad Dhani baru-baru ini menjalani profesi baru sebagai politisi. Bukan hanya itu, ia dikenal juga sebagai pengkritisi Jokowi-Ahok. Hal tersebut terbukti dirinya telah lontarkan kritik pedas beberapa kali kepada sosok dua pemimpin ini.

Sebut MUI Saksi Paling Ahli Urusan Pidana Negara, Ahmad Dhani Dibully

Dhani pun terlihat menyerang Gubernur Petahana Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Pasalnya, gubernur yang kerap kali disapa Ahok tersebut kini tengah tersandung kasus dugaan penistaan agama. Terkait engenai polemik yang sedang hangat-hangatnya dipergunjingkan masyarakat tersebut, Dhani pun turut memberikan komentar pedasnya. Dhani mengatakan bahwa untuk urusan pidana, saksi yang paling ahli yaitu MUI. Pernyataannya tersebut dikatakan melalui akun twitter miliknya.

“Semua Ulama boleh anggap dirinya paling bisa Tafsir…tapi utk urusan Pidana negara punya saksi paling ahli yaitu MUI…ADP,” cuitnya

Cuitan dari Ahmad Dhani tersebut, lantas dibanjiri oleh komentar netizen. Tak sedikit dari para netizen yang melayangkan komentar yang cukup negatif kepadanya. Selain itu, sejumlah komentar netizen pun juga turut menghiasi twit dari Ahmad Dhani tersebut.

“IQRO…@AHMADDHANIPRAST pasti jenggot udah lupa sama pendapat dia…,” ditulis oleh akun @digembok sambil menyertakan gambar.

“@AHMADDHANIPRAST kyai MUI & NU kemarin tampil berwibawa sama sekali ga ada bias politik apalagi pilkada,fix untuk umat pantas jd saksi ahli,” tulis ‏@rudyno1.

“@AHMADDHANIPRAST salut mas dani anda top,” cuit @bedesjowo.

“@AHMADDHANIPRAST ahli provokator antar umat beragama ….,” ungkap @anita-sukur.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Ditolak Masuk ke AS, Ini Reaksi Panglima TNI

Ditolak Masuk ke AS, Ini Reaksi Panglima TNI

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku kecewa dengan sikap Amerika Serikat yang menolak ...