Home > Ragam Berita > Nasional > Pesan Berantai Permen Yang Membuat Kecanduan Ternyata Hoax

Pesan Berantai Permen Yang Membuat Kecanduan Ternyata Hoax

Jakarta – Permen jari yang baru-baru ini muncul, dikabarkan permen yang berbahaya. Hal tersebut terlihat dari pesan berantai yang banyak beredar di media sosial. Dalam pesan tersebut, apabila anak-anak mengkonsumsi permen jari tersebut, mereka bisa kecanduan dan tidur selama dua hari.

Pesan Berantai Permen Yang Membuat Kecanduan Ternyata Hoax

Pesan tersebut beredar di media-media sosial seperti Whatapps, Facebook dan media sosial lainnya sejak satu minggu lalu. Pesan tersebut kebanyakan beredar di kalangan warga Tangerang dan Depok. Tidak diketahui dari mana asal mula kabar tersebut.

Hal tersebut langsung dikonfirmasi kepada Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, Dr. Yunita yang diketahui merupakan sebagai sumber informasi dalam pesan tersebut. Yunita mengatakan bahwa pesan berantai tersebut memang banyak beredar di sekitar Kauman.

Akan tetapi, masih belum diketahui siapa orang pertama yang menyebarkan pesan tersebut. Yunita mengatakan setelah mendapat pesan berantai melalui media sosial dia langsung berkoordinasi dengan pengawas sekolah yang berada di area kerjanya, Kauman Sumoroto dan pihak kepolisian.

“Ternyata ke kepala masing-masing juga tidak ada konfirmasi ulang, saya konfirmasi Kapolseknya juga tidak ada,” ujar Yunita saat dihubungi detikcom, Selasa (11/10/2016).

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Drg. Rahayu Kusdarini, M.Kes, mengatakan, selama dua hari ini dirinya juga menerima informasi adanya pesan berantai tentang permen jari. Rahayu lalu menghubungi Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, namun tidak ditemukan laporan soal itu. Rahayu mengatakan dari hasil penelusurannya, pesan berantai itu banyak beredar diberbagai dearah namun dengan sumber informasi dari daerah lain.

“Saya sudah konfirm ke seluruh sekolah tidak ada, kepolisian kami konfirm juga tidak ada laporan seperti di medsos,” terangnya.

“Isi berita yang sama persis copas gitu hanya nama kabupaten dan kepala puskesmasnya yang diganti,” jelas Rini.

Hal tersebut langsung dikonfirmasi oleh tim promosi permen jari, Dewa. Ia membantah kabar tak mengenakkan tersebut. Dewa mengaku bahwa permen yang mereka produksi telah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor pendaftaran ML 824409085492.

Ia mengaku bahwa pesan berantai itu muncul karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Hal tersebut juga dinilai adanya persaingan usaha. Dia berharap oknum yang menyebarkan isu itu bisa ditangkap.

“Produk kami sangat aman untuk dikonsumsi dan telah melalui tahap pemeriksaan sebelum produksi, agar permen jari yang kami buat benar-benar aman dan layak untuk diperjual belikan bahkan di iklankan ke TV Nasional,” ucap Dewa dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

“Mungkin persaingan bisnis menjadi hal utama pemacu isu ini. Namun kami sangat dirugikan dengan adanya pemberitaan isu tersebut dan kami sedang mencari siapa pelaku awal penyebaran isu ini,” katanya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Sering Terjadi Kecelakaan, Anggota DPR Minta PT KAI Mendata Ulang Lintasan Tanpa Palang

Sering Terjadi Kecelakaan, Anggota DPR Minta PT KAI Mendata Ulang Lintasan Tanpa Palang

Jakarta – Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta untuk mendata ulang seluruh ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis