Home > Ragam Berita > Nasional > Tito Karnavian : Masyarakat Harus Tonton Video secara Utuh

Tito Karnavian : Masyarakat Harus Tonton Video secara Utuh

Jakarta – Terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku sudah menerima laporan dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas).

Tito Karnavian : Masyarakat Harus Tonton Video secara Utuh

Tito menegaskan laporan tersebutakan diproses pihaknya. Namun, ia mengimbau agar Ormas melihat secara utuh konteks yang dibicarakan Ahok.

”Kalau mau membaca konteks yang sebenarnya harusnya masyarakat melihat video secara utuh,” ungkap Tito saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2016).

Menurut Tito, tayangan video yang beredar di masyarakat hanya hanya sepotong yang diperlihatkan. menurut Kapolri, video merupakan proses komunikasi.

Baca juga: Lagi, Ahok Kritik Data Anies Terkait Harga Daging dan Pendidikan

Dalam video pidato Ahok masyarakat harus melihat lima aspek komunikasi yaitu pemberi pesan, penerima pesan, pesan itu sendiri, saluran komunikasi, dan konteks pesan.

Tito mengatakan mungkin maksud Ahok berbeda dengan yang dipersepsikan masyarakat selama ini jika melihat video tersebut secara utuh.

”Kita masih belum tahu ada unsur pidana atau tidak dalam video itu. Biarkan proses berjalan dulu,” ungkap Tito Karnavian. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Heboh, Video Pemuda Caci-Maki Anies Yang Ia Sebut Omong Doang Lewat Instagram

Heboh, Video Pemuda Caci-Maki Anies Yang Ia Sebut Omong Doang Lewat Instagram

Jakarta – Seorang pemuda bernama Aron Ashab menumpahkan kekesalannya kepada calon Gubernur DKI Jakarta Anies ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis