Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Menilai Ancaman FPI Kepada Ahok Mengarah Ke Gaya Terorisme

Pengamat Menilai Ancaman FPI Kepada Ahok Mengarah Ke Gaya Terorisme

Jakarta – Demonstrasi gabungan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) beserta sejumlah ormas, pada Jumat (14/10/2016) lalu, untuk meminta aparat penegak hukum menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaan penistaan agama, sempat terlontar beberapa pernyataan keras dari petinggi FPI, Habib Rizieq.

Pengamat Menilai Ancaman FPI Kepada Ahok Mengarah Ke Gaya Terorisme

Lewat orasinya, Habib menyatakan akan menyatakan akan merebut Balai Kota, Istana Kepresidenan, hingga ancaman menggantung, menghukum mati, atau membunuh Ahok, jika aparat penegak hukum tidak segera mengambil tindakan.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit menilai, apa yang disampaikan Habib sudah bergaya terorisme karena membuat pernyataan yang mengancam negara.

“Itukan sudah bergaya teroris seakan-akan ingin melawan negara. Karena mereka sudah memaksakan kehendak menuju ke radikalisme. Tinggal setingkat lagi menjadi terorisme. Itu jalurnya sudah ke sana itu. Ada di jalur radikalisme, ekstrimisme, dan ujungnya terorisme,” kata Arbi pada awak media, Minggu (16/10/2016).

Arbi menambahkan, demonstrasi bukanlah suatu persoalan. Namun ketika ada ucapan yang bersifat menghasut ke arah ekstrimisme, hal itu telah mencederai demokrasi.

“Demo tidak jadi masalah, tapi ucapan, orasi, pidato, bahkan spanduk yang sudah bersifat menghasut begitu kerasnya bertindak yang mengarah ke tindakan ekstrim dan radikal, nah itu sudah melawan demokrasi. Kalau melawan demokrasi di jaman sekarang itu sama halnya dengan melawan negara,” ujarnya.

“Jadi kalau mau demo, pakai cara rasional. Bahasanya bisa saja kasar, misalnya “bodoh atau tidak becus” itu tidak jadi masalah. Tapi ucapan itu harus disertai alasan yang jelas, bukti, argumen, dan fakta yang akurat. Jika semua itu terpenuhi, maka itu tidak masalah. Itulah demokrasi. Itu hak dalam berdemo,” sambung Arbi.

Arbi juga berpendapat jika yang disampaikan Habib Rizieq tidak pantas di era demokrasi. Apalagi pernyataan tersebut bukan saja mengancam Ahok, tapi juga negara.

Baca juga: Mengaku Bersahabat, Ruhut Harapkan Lulung Dukung Ahok

“Itu adalah keinginan yang tidak mungkin dilaksanakan dalam demokrasi. Itu bukan saja mengancam Ahok tapi juga negara. Karena kalau tidak dewasa dalam berpikir dan bersuara, maka itu sudah melawan negara. Makanya harus hati-hati jangan tergelincir,” ungkap Arbi. (Yayan – harianindo.com)

One comment

  1. nope, terlalu berlebihan menilai orasi si rizik mengancam negara, ku menilai dia sekedar berekspresif berlebihan dengan ego yang keluar sesaat, semangat campur aduk dengan ego ingin memasukkan ahok ke ranah hukum yg berlebihan hingga tidak dapat menyaring kata2 atau bisa dibilang blak-blakan, kepribadiannya sudah jelas extrovert, siapapun yg memiliki kepribadian ini pasti pernah menggebu2 membawa suatu orasi kecuali yang demam panggung atau introvert, aku seorang psikiater, lebih sering menerima pasien introvert daripada ekstrovert, seorang introvert memiliki ego lebih besar daripada ektrovert, walopun begitu ego introvert lebih memilih disimpan untuk dirinya sendiri dan jika ingin memberitahu ke orang lain, si introvert akan berpikir 2x bahkan lebih tentang apa tanggapan orang lain jika si introvert memberitau egonya, kebanyakan malah akhirnya disimpan untuk diri sendiri, sedangkan ekstrovert, ego nya lebih suka dibagikan/diberitahu ke kayalak luas dibandingkan untuk dirinya sendiri, walopun sebenernya egonya tidak penting atau tidak perlu diketahui orang. Apapun yang ada dipikirannya saat itu juga harus dikeluarkan, selalu ingin bersosial. Ahok dan rizik jika berada di meja debat ku yakin menarik, keduanya berkepribadian ekstrovert, keduanya suka blak-blakan. Ku beri satu rahasia, jika ingin mengetahui sberapa besar kesabaran yang dimiliki seorang ekstrovert, mudah, dengan cara membuat ektrovert beradu argumen dengan ekstrovert lainnya. Itu sgt menarik jika di posisi penonton.

x

Check Also

Terkait HTI, Yusril Ingatkan Jokowi Akan Kesalahan Bung Karno

Terkait HTI, Yusril Ingatkan Jokowi Akan Kesalahan Bung Karno

Jakarta – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bakal berhadapan dengan pemerintah di pengadilan. Oleh karena itu, ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis