Home > Ragam Berita > Nasional > 16 Media Diduga Terlibat dalam Pengaturan Pemberitaan Positif Soal Lippo Group

16 Media Diduga Terlibat dalam Pengaturan Pemberitaan Positif Soal Lippo Group

Jakarta – Dalam surat elektronik yang ditunjukkan oleh Jaksa di persidangan Tindak Pidana Korupsi, diduga ada 16 media dengan nama besar yang menerima gratifikasi dari Lippo Group terkait tiga kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

16 Media Diduga Terlibat dalam Pengaturan Pemberitaan Positif Soal Lippo Group

Ketiga kasus tersebut adalah penolakan permohonan eksekusi tanah PT Jakarta Baru Cosmopolitan, penerimaan Rp100 juta untuk pengurusan penundaan teguran aanmaning dalam perkara niaga PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP), dan penerimaan US$ 50 ribu ditambah Rp 50 juta untuk pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) PT Across Asia Limited meski sudah melewati batas waktu.

Sedangkan 16 nama media yang disebutkan dalam surat elektronik itu adalah Bisnis Indonesia, Kontan, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Republika, Jakarta Post, Koran Tempo, Majalah Tempo, Majalah Gatra, Majalah Sindo, Majalah Review, Majalah Forum, Rakyat Merdeka, Neraca, Koran Jakarta, dan Indopos. Masing-masing media disebutkan menerima gratifikasi sebesar Rp 450 juta – Rp 650 juta.

“Tiap media jasanya berbeda, tergantung berapa persen komisi yang mau saya ambil dari satu media, dan angka 450 itu dalam jutaan rupiah,” kata Direktur Utama Kobo Media Spirit Stefanus Slamet Wibowo dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (19/10).

Uang gratifikasi itu kemudian ia serahkan kepada tim yang ia sebut sebagai “pawang”.

“Proposal itu ditawarkan ke pawang, yaitu tim saya yang mengaku bisa menghandle media dengan biaya-biaya seperti itu, jadi uang dari saya ke pawang, dan pawang mengaku didistribuskan ke media,” jelas Slamet.

Slamet mengaku, dalam periode 1 Mei hingga 31 Juli 2016, Paul Montolalu, telah mengeluarkan uang sebesar Rp 600 juta, sedangkan pada 2010-2016 telah dikeluarkan dana sebesar Rp 10-15 miliar.

“Nilai yang di proposal tidak semuanya disetujui, kalau disetujui belum tentu dibayar, dan kalau disetujui dan periodenya sudah habis bisa saja client minta diskon. Tagihan saya sekitar 5-6 bulan itu Rp 600 juta, tapi angka dari Rp 600 juta ke pawang tidak semuanya saya berikan karena saya menjalankan fungsi marketing karena saya sendirian jadi saya berhak menentukan fee management untuk saya,” ungkap Slamet.

Slamet yang mengaku punya banyak relasi orang media kemudian mengirimkan proposal kepada Paul untuk mendaftarkan beberapa nama media agar membuat pencitraan positif terhadap Lippo Group dan Nurhadi.

Sedangkan saksi dalam sidang panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution menjelaskan bahwa Lippo Group telah membayar hingga ratusan juta rupiah kepada konsultan media guna melakukan pencitraan positif terhadap Lippo Group dan mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Menurut Slamet, Lippo Group seperti haus akan pencitraan positif di media.

“Yang minta Pak Paul Montolalu, Pak Paul minta pencitraan unit-unit kerja di Lippo. Pak Paul itu dari First Media dan yang saya tahu First Media masuk perusahaan Lippo,” ungkap Slamet.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Serpihan Pesawat Skytruck P-4201 Kembali Ditemukan

Serpihan Pesawat Skytruck P-4201 Kembali Ditemukan

Jakarta – Pesawat Skytruck P-4201 milik Polri dikabarkan jatuh di sekitar perairan Lingga. Kecelakaan tersebut ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis