Home > Gaya Hidup > Video Sri Utami Juminten Lagi Mandi dan Hujat Banyuwangi Dibanjiri Kecaman

Video Sri Utami Juminten Lagi Mandi dan Hujat Banyuwangi Dibanjiri Kecaman

Hongkong – Masyarakat Kota Banyuwangi kini telah dikejutkan oleh akun Facebook (FB) dengan nama Sri Utami Juminten. Juminten diketahui merupakan seorang TKW yang sering mengunggah banyak video telanjang dirinya yang tengah mandi, melalui akun FB-nya. Tertulis di profile FB, Juminten adalah TKW di Hongkong yang berasal dari Banyuwangi.

Video Sri Utami Juminten Lagi Mandi dan Hujat Banyuwangi Dibanjiri Kecaman

Sudah sejak bulan Agustus lalu, Juminten mulai sering mengunggah video vulgarnya tersebut. Karena unggahannya tersebut, Juminten disorot oleh masyarakat. Kini publik makin heboh setelah dalam salah satu video Juminten telanjang dengan back sound lagu yang berjudul Edan Turun. Menanggapi kecaman dari publik, Juminten lantas menuliskannya dalam kotak komentar

“Kalau lagu Banyuwangi tidak mau dioplos-oplos dengan dugem, jangan ciptain lagu Banyuwangi. Jangan ditaruh di Youtube. Jualan aja di masjid atau pesantren. Yang namanya lagu bro, siapa saja bisa menikmati.”

“Yang namanya lagu, siapa pun boleh menikmati. Entah dinikmati dengan telanjang, dugem. Memangnya dunia ini punyanya orang Banyuwangi?” imbuhnya.

Cepat saja, unggahan dan komentar Juminten tersebut membuat gerah berbagai pihak. Tak sedikit dari para netizen yang mengecam akunnya. Pasalnya, Juminten dinilai telah mencoreng dan melecehkan nama Banyuwangi.

Baca Juga : Kades Ungkap Jatidiri Sri Utami Juminten TKW Hot di Hongkong

“Ini sudah tak dapat diampuni, saya mengecam keras pemilik akun ini. Karena tidak hanya tak pantas, ia telah mencoreng dan melecehkan nama Banyuwangi. Dia juga melanggar hukum,” kata Ketua Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi, Topan Hadi Sucipto.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Ini Sepatu Nike Seharga Rp 2 Juta Yang Dikenakan Jokowi

Ini Sepatu Nike Seharga Rp 2 Juta Yang Dikenakan Jokowi

Jakarta – Netizen dibuat kagum dengan penampilan beda dari Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan ...