Home > Ragam Berita > Nasional > Ini Kata Warga DKI Jakarta Soal Rencana Demo 4 November

Ini Kata Warga DKI Jakarta Soal Rencana Demo 4 November

Jakarta – Pada hari Jumat, 4 November 2016 mendatang, ribuan umat Islam yang tergabung dalam beberapa ormas Islam akan melakukan aksi untuk rasa besar-besaran menuju Balai Kota Jakarta dan Istana Negara.

Ini Kata Warga DKI Jakarta Soal Rencana Demo 4 November

Aksi tersebut mendesak polisi untuk segera memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menistakan agama terkait ucapannya yang menyinggung Surat Al Maidah 51 beberapa waktu lalu di depan masyarakat Kepulauan Seribu.

Terkait rencana demo ini, sebagian warga Jakarta justru kurang setuju karena mereka anggap aksi unjuk rasa ini telah dipolitisir dan lebih menonjolkan isu SARA yang nantinya dapat memecah belah masyarakat.

Salah seorang warga bernama Syamsudin (86) yang berasal dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, berpendapat bahwa demo ini tidak sesuai dengan nafas Islam yang seharusnya memerintahkan hidup rukun dan saling menghargai dengan umat beragama yang lainnya.

“Dibilang setuju, nggak setuju, kalau saya hanya berpedoman, Allah ini menyuruh rukun, rukun damai, tidak ada Allah memerintahkan kita tercerai berai,” kata Syamsudin di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).

“Saya tidak menolak, itu urusan masing masing di akhirat nanti. Kalau saya terus terang Allah tidak memerintahkan itu, untuk mencaci orang, mengolok orang, kalau manusia ada salah selain diingatkan dimusyawarahkan dicari jalan yang terbaik itu masih ada,” tambahnya.

Pendapat yang hampir sama dilontarkan oleh Youngki Ariwibowo (30), warga Anyer, Menteng, Jakarta Pusat yang lebih setuju untuk mengedepankan perdamaian dan melihat dahulu masalahnya agar tidak mudah diadu domba.

“Saya minta sebagai umat Islam harus melihat, jangan sampai diadu-adu, saya ingin umat Islam melihat suatu masalah. PBNU juga sudah menginstruksikan jangan berbuat kerusuhan saat unjuk rasa, jangan memperkeruh suasana,” katanya.

Ia menduga isu soal Ahok ini telah dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingannya sendiri.

“Saya miris dengan perkataan (Ahok tentang surat Al Maidah) yang belum tentu benar dan belum pasti, itu kan dipolitisasi,” ujar Youngki.

“Menolak tidak, tapi tetap harus dikontrol, tapi kan tidak seperti itu, nggak ujug-ujug kita langsung aksi meminta Ahok ini bertanggungjawab, kita serahkan ini kepada hukum,” katanya.

“Kita bersaing sehat, dan tidak mencaci maki, karena umat Islam di Indonesia ini dengan berbagai suku dan agama itu harusnya rukun dengan ideologi Pancasila itu,” pungkasnya.

Pendapat lainnya dikatakan oleh Joshua Napitupulu (38), yang mengatakan bahwa masyarakat Jakarta saat ini sudah terlalu cerdas untuk dapat dipengaruhi oleh isu SARA.

“Sederhana kok, masyarakat Jakarta hari ini sudah pintar dan cerdas, kita juga tidak menutup mata ini merupakan efek domino dari pernyataan Gubernur DKI Ahok saat itu, tapi saya rasa masyarakat Jakarta sudah cerdas, untuk hal SARA hari ini selesailah,” kata Joshua.

“Hari ini saya tidak bicara setuju dan menolak, hal ini bisa dijadikan pembelajaran politik bagi masyarakat Jakarta, kalau bicara saya setuju saya katakan, saya sendiri sebagai non muslim, tapi bicara saya menolak juga saya rasa itu, unjuk rasa (FPI) merupakan hak konstitusi semua masyarakat Indonesia, namun kemana arah unjuk rasa saat ini, itu yang kita batasi,” tambahnya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Janji Agus kepada Nelayan Pantai Utara bila Terpilih

Inilah Janji Agus kepada Nelayan Pantai Utara bila Terpilih

Jakarta- Dalam setengah dasawarsa terakhir, para nelayan di Pantai Utara DKI Jakarta cukup kesulitan dalam ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis