Home > Ragam Berita > Nasional > SBY Setuju 300 Persen Gelar Unjuk Rasa Tanpa Anarkis

SBY Setuju 300 Persen Gelar Unjuk Rasa Tanpa Anarkis

Jakarta – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)selaku Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) menyatakan dukungannya terjadap aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan pada Jumat (4/11/2016). Yang penting tidak anarkistis dan mengganggu masyarakat umum.

SBY Setuju 300 Persen Gelar Unjuk Rasa Tanpa Anarkis

“Saya menyimak banyak sekali seruan boleh unjuk rasa, tetapi jangan anarkistis. Saya sangat setuju, bukan hanya 100 persen tapi 300 persen. Itu seruan SBY dan juga seruan Partai Demokrat,” kata SBY dalam konferensi pers (konpers) di kediamannya, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016).

SBY juga didampingi oleh para pengurus PD.

Lewat pembukaan konpers, SBY mengaku berbicara sebagai Ketum PD. Konpres terutama untuk menyikapi aksi demonstrasi 4 November.

Presiden keenam RI ini pun meminta semua pihak agar menyadari bahwa unjuk rasa bukan kejahatan politik. Unjuk rasa adalah hak warga yang dilindungi konstitusi. Namun dia menegaskan unjuk rasa di sebuah demokrasi adalah unjuk rasa yang damai, seusai aturan dan tidak merusak.

Dirinya mengklaim selama dirinya menjadi presiden 10 tahun, tidak ada pelarangan terhadap demonstrasi. Pasalnya dari aksi demontrasi bisa diambil tuntutannya untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan nasional.

“Saya tidak alergi unjuk rasa. Selama 10 tahun memimpin bangsa ini, unjuk rasa dilakukan hampir tiap hari. Tetapi pemerintahan saya enggak jatuh. Saya masih bisa bekerja, ekonomi masih tumbuh. Intelijen juga tidak mudah melaporkan saya sesuatu yang tidak akurat. Saya senang pollisi dan aparat tidak main tangkap dan main tembak,” ungkapnya.

SBY juga menyayangkan adanya laporan intelijen yang tidak akurat dan tepat. Dalam laporan itu, disebutkan ada orang, kelompok, dan partai politik tertentu yang membiayai aksi unjuk rasa 4 November. Dirinya merasa salah satu yang dituduhkan dalam aksi tersebut.

Baca juga: Habib Rizieq Desak Aparat Tangkap Ahok Besok Karena Penistaan Agama

“Intelijen harus kuat, jangan berkembang ngawur dan main tuduh. Saya kira bukan intelijen seperti itu yang hadir di Tanah Air. Menuduh orang, kelompok, parpol melakukan itu adalah fitnah. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” tutupnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Sejumlah Massa Pembela Ahli Sunnah Hentikan Kebaktian Natal di Bandung

Sejumlah Massa Pembela Ahli Sunnah Hentikan Kebaktian Natal di Bandung

Bandung – Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Bandung 2016 yang diadakan di Sasana Budaya Ganesha ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis