Home > Ragam Berita > Nasional > Pasca Rusuh 4/11, Muncul Petisi Yang Menilai FPI Berbahaya Bagi Kehidupan Berbangsa

Pasca Rusuh 4/11, Muncul Petisi Yang Menilai FPI Berbahaya Bagi Kehidupan Berbangsa

Jakarta – Pasca peristiwa aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh pada (4/11/2016) lalu, kini Heboh kini muncul petisi online yang meminta ormas FPI untuk dibubarkan dan dilarang keberadaannya lantaran dianggap meresahkan warga dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Pasca Rusuh 4/11, Muncul Petisi Yang Menilai FPI Berbahaya Bagi Kehidupan Berbangsa

Petisi online tersebut dibuat oleh akun andreas limongan di change.org. Petisi tersebut berjudul ” Segera Bubarkan ormas anarkis FPI dan Tetapkan jadi ormas terlarang !”. Hingga Berita ini diturunkan, Petisi online yang meminta ormas FPI dilarang dan dibubarkan yang dibuat oleh andreas limongan tersebut sudah ditandatangi sebanyak 18.466 pendukung dan semakin lama semakin bertambah jumlahnya. Petisi online ini Ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Beginilah isi dari petisi tersebut.

“Sejak era reformasi bergulir dan demokrasi digaungkan, kami sebagai warga negara bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah beserta jajaran aparatur negara yang telah berupaya mengawal perjalanan kehidupan demokrasi di tengah bangsa ini. Namun seiring perjalanan kami dalam menyongsong harapan bangsa di depan, tidak sedikit kerikil dan batu-batu tajam harus membuat Ibu Pertiwi berdarah dan menangis.

Perjuangan belumlah usai dalam menegakkan keadilan di tengah masyarakat dan melestarikan alam demokrasi di tengah bangsa ini. Halangan dan hambatan datang silih berganti. Badai belum berlalu.

Kami merasakan bahwa di tengah harapan, impian, dan semangat kebangsaan yang dilandasi rasa persaudaraan dan toleransi, ternyata muncul ancaman serius dari pihak-pihak tertentu atau oknum-oknum ormas yang seringkali menebarkan ancaman dan teror dalam setiap aksinya.

Baru-baru ini aksi anarkis dan kekerasan oleh salah satu ormas yang terjadi di ibu kota kian menambah duka Ibu Pertiwi. Kita telah menyaksikan bagaimana ormas yang menamakan dirinya sebagai FPI berani melancarkan aksi demonstrasi dengan kekerasan tanpa mengindahkan norma, hukum, etika, dan nilai-nilai agama sehingga berpotensi dapat memicu kerusuhan, menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mencederai demokrasi dan hukum di Republik Indonesia.

Dengan ini kami rakyat Indonesia yang menandatangani petisi ini mengajukan permohonan kepada Pemerintah RI dan Pihak Yang Berwenang untuk segera membekukan dan membubarkan ormas anarkis FPI (Front Pembela Islam), dengan pertimbangan dan alasan sebagai berikut:

1. Keberadaan ormas tersebut diyakini dapat mengancam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik ini, yakni: Pancasila, UUD’45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

2. Sepak terjang ormas tersebut selalu kental dengan
ksi-aksi anarkis, kekerasan, dan intimidasi di tengah masyarakat yang telah terbukti dapat mengancam ketertiban dan keamanan milik warga masyarakat.

3. Sejak berdiri di awal era reformasi, FPI telah ratusan kali melakukan kekerasan, mengganggu keamanan dan ketertiban, menyebarluaskan rasa permusuhan dan kebencian, baik antar suku, antar agama, ras, gender, antar golongan bahkan menyerang instansi maupun perorangan.

4. Asas ormas tersebut bertentangan dengan UU RI Nomor 17 thn 2013 ttg Organisasi Kemasyarakatan Bab II pasal 2 yang berbunyi: Asas Ormas tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

5. Ciri ormas tersebut bertentangan dengan UU RI Nomor 17 thn 2013 ttg Organisasi Kemasyarakatan Bab II pasal 3 yang berbunyi: Ormas dapat mencantumkan ciri tertentu yang mencerminkan kehendak dan cita-cita Ormas yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

6. Tujuan ormas tersebut bertentangan dengan UU RI Nomor 17 thn 2013 ttg Organisasi Kemasyarakatan Bab III pasal 5 poin c, d, f, dan g yang berbunyi:

(c) menjaga nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

(d) melestarikan dan memelihara norma, nilai, moral, etika, dan budaya yang hidup dalam masyarakat;

(f) mengembangkan kesetiakawanan sosial, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat;

(g) menjaga, memelihara, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa;

7. Ormas ybs dinilai tidak mampu menjalankan kewajiban seperti yang diatur di dalam UU RI Nomor 17 thn 2013 ttg Organisasi Kemasyarakatan Bab VI pasal 21 poin b, c, dan d yang berbunyi:

(b) menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

(c) memelihara nilai agama, budaya, moral, etika, dan norma kesusilaan serta memberikan manfaat untuk masyarakat;

(d) menjaga ketertiban umum dan terciptanya kedamaian dalam masyarakat;

Baca Juga :  Usai Melamar Vanessa Angel, Didi Mahardika Mengaku Lega

Demikian petisi ini dibuat dan marilah kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa dan negara ini senantiasa dilindungi dan diberkahi untuk selamanya.

Salam Persatuan dan Salam Damai untuk Indonesia !,” tulis Andreas Limongan.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

FUI Menilai Universitas Kristen Tidak Pantas Memuat Gambar Mahasiswi Berhijab

FUI Menilai Universitas Kristen Tidak Pantas Memuat Gambar Mahasiswi Berhijab

Yogyakarta – Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta mendesak manajemen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menurunkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis