Home > Unik > Ditangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang Menakjubkan

Ditangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang Menakjubkan

Jakarta – Seni memang memiliki beberapa jenis. Salah satu diantaranya adalah seni ukir. Seni ukir adalah membuat suatu objek imaji yang di salurkan di permukaan sebuah objek seperti kayu. Sejumlah orang sering menganggap bahwa seni ukir sama dengan seni pahat. Akan tetapi, keduanya sangat berbeda. Kalau seni pahat, membuat objek menjadi tiga dimensi, seperi contohnya membuat patung.

Ditangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang Menakjubkan

Baca Juga : Netizen Beber Bukti Foto Oknum Pendemo Yang Menyerang Polisi Adalah Kader HMI

Seni ukir memang biasa dilakukan pada media kayu. Akan tetapi, tak selalu kayu yang dijadikan sebagai medianya. Membuat ukiran bisa dilakukan di beberapa media, seperti buah, misalnya. Menjadi viral, beberapa orang dengan keahlian mengukir memilih pisang sebagai bahan ukiran mereka. Dikutip dari Tsunagujapan.com, berikut ini ukiran yang menjadikan buah pisang sebagai medianya.

Ditangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang Menakjubkan

Ditangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang MenakjubkanDitangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang MenakjubkanDitangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang MenakjubkanDitangan Si Kreatif, Pisang Juga Bisa Jadi Mahakarya Yang Menakjubkan

(bimbim – hariaindo.com)

x

Check Also

Foto, Sepasang Remaja Ini Nekat Berciuman di Art Centre Bali

Foto, Sepasang Remaja Ini Nekat Berciuman di Art Centre Bali

Denpasar – Art Centre Bali selama ini ikenal sebagai tempat pementasan seni dan pengembangan bakat. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis