Home > Ragam Berita > Internasional > Duterte Tidak Jadi Mengimpor 26 Ribu Senapan dari AS

Duterte Tidak Jadi Mengimpor 26 Ribu Senapan dari AS

Manila – Pemerintah Filipina batalkan impor 26 ribu senapan polisi dari Amerika Serikat (AS). Filipina Rodrigo Duterte bakal mencari alternatif harga yang lebih murah. Sebab, militer negara tersebut sangat membutuhkan suplai senjata.

Duterte Tidak Jadi Mengimpor 26 Ribu Senapan dari AS

”Kami hanya harus mencari sumber lain yang lebih murah dan mungkin lebih tahan lama,” kata Duterte sebagaimana diberitakan Reuters pada Senin (7/11/2016).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS menangguhkan penjualan senjata tersebut setelah Senator Ben Cardin mengatakan akan menentangnya. Berdasarkan keterangan salah seorang alasan keberatan Senator Maryland itu terkait catatan hak asasi manusia (HAM) Presiden Duterte.

Baca juga: Sepuluh Orang Tewas lantaran Banjir yang Menerjang Haiti

Hubungan antara Washington dengan Manila yang merupakan sekutu lama memburuk setelah Presiden Barack Obama melontarkan kritik terhadap kebijakan perang melawan narkoba Duterte yang telah merenggut ribuan nyawa. Menyusul kritik tersebut, Duterte mulai menjauhi AS yang dianggap terlalu ikut campur dalam urusan dalam negeri Filipina dan mendekat ke Rusia dan China yang menjadi rival AS dalam komunitas internasional. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Presiden Israel Geram Dengan RUU Yang Melarang Masjid Pasang Pengeras Suara

Presiden Israel Geram Dengan RUU Yang Melarang Masjid Pasang Pengeras Suara

Yerussalem – Terkait dengan RUU kontroversial Israel yang akan melarang masjid-masjid melantunkan adzan dengan menggunakan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis