Home > Ragam Berita > Nasional > Aktivis Mahasiswa : “Ahmad Dhani Musisi Kerdil Yang Tak Menghargai Kebhinekaan”

Aktivis Mahasiswa : “Ahmad Dhani Musisi Kerdil Yang Tak Menghargai Kebhinekaan”

Kupang – Massa yang terdiri dari mahasiswa dan menamakan diri Aksi Rakyat Bersatu Nusa Toleransi Tinggi (Akrab NTT) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur di Jalan Basuki Rahmat Nomor 1, Kota Kupang, Rabu (9/11/2016).

Aktivis Mahasiswa : "Ahmad Dhani Musisi Kerdil Yang Tak Menghargai Kebhinekaan"

Akrab NTT menuntut kepolisian menangkap dan mengadili Ahmad Dhani, yang dinilai telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala negara.

Ahmad Dhani itu musikus kerdil dan dangkal yang tidak menghargai kebinekaan,” kata koordinator unjuk rasa, Marianus Lodwick Dea.�

Selain itu, mereka menolak negara tunduk kepada kekuatan-kekuatan ekstrem fundamentalis, apalagi yang mengatasnamakan agama. “Dalam urusan bernegara, sebaiknya isu SARA tidak dibawa-bawa,” kata Marianus.

Oleh karenanya, mereka mendesak pemerintah mengadili dan membubarkan Front Pembela Islam (FPI) karena dinilai bukan merupakan representatif umat Islam. Dalam berbagai aktivitasnya, FPI justru melakukan berbagai tindak kekerasan, menggunakan isu SARA untuk menghancurkan persatuan nasional.

“Dalam pandangan kami, umat Islam sejati di seluruh belahan dunia cinta damai, memiliki toleransi yang tinggi, menghargai berbagai perbedaan, dan anti-kekerasan.”

Massa juga mengutuk segala bentuk tindak kekerasan atas nama agama dalam bentuk apa pun. Serta mengutuk penggunaan isu SARA untuk mencapai kepentingan politik dan menyerukan penghentian isu SARA dalam seluruh praktek kehidupan berbangsa.

Mereka pun menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan NTT, khususnya, untuk tidak terpancing dengan berbagai isu SARA. Masyarakat NTT sebaiknya menyikapi situasi nasional dengan tetap menunjukkan jati diri sebagai rakyat yang menghargai perbedaan. NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi.

Baca juga: PDIP Menyebut Oknum Penolak Kampanye Ahok Bukan Warga Setempat

“Mari kita jaga persatuan nasional, tetap memupuk semangat solidaritas dan persaudaraan�di antara umat beragama. NTT adalah kebinekaan, Kebinekaan adalah NTT,” ucap Marianus. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Info Arus Mudik 2017: H+1 Tol Jakarta Arah Cikampek Lancar

Info Arus Mudik 2017: H+1 Tol Jakarta Arah Cikampek Lancar

Jakarta – Pada H+1, Senin (26/6/2017) malam, arus lalu lintas di ruas jalan tol Jakarta ...