Home > Ragam Berita > Nasional > Djarot Pilih Tidak Banyak Berkomentar tentang Anjloknya Elektabilitas Ahok

Djarot Pilih Tidak Banyak Berkomentar tentang Anjloknya Elektabilitas Ahok

Jombang – Jelang Pilgub DKI, survei kerap dilakukan beberapa lembaga. Hal tersebut bertujuan mengetahui popularitas pasangan calon. Nah, yang terbaru elektabilitas Ahok-Djarot merosot. Namun, calon wakil Gubernur (cawagub) petahana Djarot Syaiful Hidayat (Djarot) tidak memberikan banyak komentar.

Djarot Pilih Tidak Banyak Berkomentar tentang Anjloknya Elektabilitas Ahok

Pasangan nomor urut dua ini memilih untuk bungkam saat sejumlah awak media menanyakan soal anjloknya elektabilitas pasangannya hingga menyentuh angka 24,6 persen, versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

“Nggak ada pilkada-pilkadaan di sini,” kata Djarot di Jombang, Jawa Timur, Jumat (11/11/2016).

Djarot juga enggan membeberkan penyebab turunnya elektabilias paslon nomor urut dua ini. Kendati, sejumlah pihak menyebut, hal ini dipengaruhi oleh kasus dugaan penistaan agama (kasus Al Maidah) yang kini membelit Ahok.

“Nanti di Jakarta saja lah,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Walikota (Walkot) Blitar itu sembari menyudahi konferensi pers dengan awak media.

Baca juga: Ryamizard Ryacudu : Agama dan Politik Tidak Bisa Dicampuradukkan demi Kepentingan Tertentu

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis, popularitas petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menukik tajam. Pendiri LSI, Denny JA, mengatakan dari hasil survei terbaru, popularitas Ahok turun hingga di bawah 30%, atau hanya 24,6%.

Menurutnya, elektabilitas Ahok turun 6,8% dari survei yang sama di bulan Oktober 2016 (31,4%). Sementara survei di Juli 2016, Ahok mendapat 49,1%. Dan elektabilitas Ahok turun 34,70% jika dibanding survei Maret 2016 yang mendapat 59,3%. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Elektabilitas Jokowi Disebut Anjlok Hingga Dibawah 50 Persen

Elektabilitas Jokowi Disebut Anjlok Hingga Dibawah 50 Persen

Jakarta – Muchtar Effendi selaku pengamat politik dari Network for South East Asian Studies (NSEAS) ...