Home > Ragam Berita > Nasional > Bebasnya Antasari Mengancam Eksistensi SBY dan Agus ?

Bebasnya Antasari Mengancam Eksistensi SBY dan Agus ?

Jakarta – Akhirnya Antasari Azhar selaku mantan ketua KPK yang sempat menjabat pada tahun 2007 hingga 2009 bisa menghirup udara kebebasan usai menjalani dua pertiga masa hukuman, meskipun hanya bebas bersyarat. Kebebasan Antasari tersebut bertepatan dengan hari pahlawan, sehingga pada momen kebebasannya yang cukup mengharukan itu, ada yang berteriak “Merdeka! Merdeka!”.

Bebasnya Antasari Mengancam Eksistensi SBY dan Agus ?

Ketika menjadi ketua KPK, Antasari memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Keberaniannya dalam menangkap para pejabat kelas kakap demi penegakan hukum, patut diacungi jempol. Kasus-kasus besar syarat kepentingan turut menjadi incarannya. Keberaniannya itulah yang membuat banyak pihak merasa gentar, sehingga Antasari “dijebloskan” dalam lingkaran kasus yang sama sekali tak diakuinya.

Bebasnya Antasari menjadi sinyal, bahwa keluarga SBY berada dalam bahaya. Antasari merasakan dinginnya hotel prodeo untuk kasus pembunuhan, yang sampai sejauh ini tidak pernah dibenarkannya. Berbagai upaya hukum mental, meski dalam kasusnya ditemukan banyak kejanggalan dan keanehan.

Ada banyak rekayasa dan settingan. Hal ini diakuinya beberapa saat setelah menghirup udara bebas, dengan sangat yakin ia mengatakan ada yang mendatanginya untuk meminta ini-itu dan melarang ini-itu, tapi ia menolaknya. Setelah itu, ia selesai. Sebagai orang hukum, ia legowo dan menghormati keputusan. Sinyal bahaya ini, bukan untuk membalas dendam.

Tapi Antasari akan senang bekerja untuk menegakkan hukum yang telah lama ditiarapkan, untuk menegakkan kebenaran. Ini merupakan sinyal yang menakutkan baig SBY, Ibas dan Agus Harimurti. Presiden Jokowi adalah presiden yang cerdas, dia tahu siapa yang bermain api, maka dia akan meniupkan badai agar pembakar api ludes terbakar. Dan publik akan semakin cerdas membaca pola politik Pilgub rasa Pilpres ini.

Rencana pun dimulai. Antasari diproyeksikan untuk memegang jabatan kembali sebagai ketua KPK. Bagaimana caranya? Perlu diketahui, ketua KPK Agus Rahardjo yang saat ini sedang menjabat diduga tersangkut kasus korupsi e-KTP sehingga proses penggantiannya relatif lebih mudah. Atau kalau tidak, Antasari akan diplot untuk menduduki posisi Jaksa Agung. Ketika ini terealisasi, maka SBY dan keluarganya harus berhati-hati.

Jokowi, secara pelan dan cantik, ingin membongkar kasus SBY. Gurita Cikeas yang dulu sempat dianggap sumir, ternyata sedikit demi sedikit menemukan titik terangnya. Cikeas yang dari dulu santer didengar berada di pusaran kasus korupsi, harus hati-hati. Target yang akan ditembak, tentu beberapa proyek yang mangkrak, pada saat SBY berkuasa.

Baca Juga : Survey SDI : Warga Jakarta Yang Memilih Ahok Masih Cukup Tinggi

Tidak tanggung-tanggung, kerugian negara ditaksir triliunan dari proyek-proyek tersebut. Jokowi sudah secara pasti meminta KPK untuk menyelidiki proyek yang mangkrak selama tujuh sampai delapan tahun itu. Jokowi bahkan “menodong” BPKP untuk segera menyelesaikan audit dan segera melapor kepadanya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Plt Gubernur DKI Pastikan Tak Ada Dana APBD Untuk Beli Ornamen Natal

Plt Gubernur DKI Pastikan Tak Ada Dana APBD Untuk Beli Ornamen Natal

Jakarta – Sumarsono selaku Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta menegaskan apabila surat edaran terkait ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis