Home > Ragam Berita > Nasional > Antasari Tak Ingin Membuat Gaduh Dengan Mengungkap Dalang Pembunuhan Nasrudin

Antasari Tak Ingin Membuat Gaduh Dengan Mengungkap Dalang Pembunuhan Nasrudin

Jakarta – Setelah menjalani 7 tahun 6 bulan kurungan Antasari akhirnya kembali menghirup udara kebebasan. Pasca kebebasannya tersebut, tamu terus berdatangan menyambangi kediamannya yang terletak di Perumahan Les Belles, Kota Tangerang. Antasari Azhar tak henti-hentinya kedatangan tamu hingga sore.

Antasari Tak Ingin Membuat Gaduh Dengan Mengungkap Dalang Pembunuhan Nasrudin

Kemeja merah marun yang dipakai oleh Antasari dari Lapas Klas I Tangerang penuh dengan peluh. Saking ramainya dia pun dirinya tak sempat berganti pakaian. Bahkan, untuk mengisi perut pun cukup sulit. Mantan ketua KPK itu agak terlihat bingung, tak bisa satu persatu tamu dia kenali. Usai memotong tumpeng, lantas ia melayani wawancara yang diajukan oleh awak media. Sekitar pukul 15.00 WIB, rumah besar berlantai dua itu sudah tak penuh sesak. Setelah bertemu dengan sesepuh anggota keluarga, Antasari memilih jalan ke luar rumah.

“Ayo ke saung saja,” kata mantan kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2016).

Di saung tersebut, Antasari meladeni sejumlah pertanyaan. Namun sebagian besar pertanyaan mereka terkait tentang rencana membongkar dalang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PBR), Nasrudin Zulkarnaen.

Berikut sejumlah wawancara dengan Antasari:

  • Apakah bapak akan membongkar dalang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen?

Jadi kesimpulannya kamu ingin saya membuat gaduh lagi? Republik ini sudah puas dengan kegaduhan, saya tidak mau menambah kegaduhan berlanjut. Biar lah saya tenang dulu. Apa yang anda sampaikan itu perasaan saya, kenapa saya ikhlaskan supaya saya tenang dalam 3 bulan ini berkumpul dengan keluarga. Setelah tiga bulan nanti kita lihat perkembangannya.

  • Maksudnya setelah tiga bulan akan buka-bukaan?

Bukan, saya melawati masa transisi, mulai kehidupan dari Lapas ke kehidupan masa bebas ini saya harus menyesuaikan diri. Contohnya, saya tadi melihat HP saya masih terbayang suasana di dalam, saya agak takut-takutkan. Nah suasana itu harus saya tata. Nanti setelah tiga bulan saya akan menentukan sikap. Saya mau kemana dan akan berbuat apa.

Saya sudah puas melakukan dari mulai 7 tahun, 6 tahunnya saya melakukan perlawanan hukum kan, mulai banding, kasasi, PK terus uji materi gugatan perdata semuanya kan gagal karena apa? Saya tidak bisa menyidik sendiri dan tidak bisa mutus sendiri. Kalau saya bisa mutus sendiri lain persoalannya. Jadi setelah 3 bulan nanti tenang, setelah saya umroh rencana saya akan menentukan sikap mau kemana dan berbuat apa nanti lihat saja.

 

  • Masih misteri itu pak?

Kan sudah saya bilang saya sudah ikhlaskan, ya sudah kan kalau saya masih buka kan tidak ikhlas. Keikhlasan saya muncul supaya saya ringan, beban saya ringan untuk kumpul keluarga ringan. Kalau saya masih memendam itu berarti saya tidak ringan dong. Jadi hidup membawa dendam sakit nanti, nah masalah dikatakan akan mengungkap ya saya akan senang mau diungkap.

  • Tadi dikatakan sudah ikhlas, adik Nasrudin menagih bapak buka dalang di balik kasus pembunuhan?

Janji, ya nanti saya akan berbicara dengan yang bersangkutan.

  • Ada tidak rencana menyambangi keluarga Nasrudin?

Ya lihat nanti dalam waktu 3 bulan, kemarin mereka sih janji mau hadir di LP ternyata mereka konpres di Makassar.

  • Katanya kalau bapak tidak mau mengungkap mereka akan mengungkap sendiri?

Ya bagus sekali, saya bantu.

  • Bapak bebas ada tidak pihak lain ketakutan? Bapak kan bilang setelah tiga bulan sikap bisa berubah lagi?

Iya begini ya, masalah mereka khawatir, ketakutan itu bukan urusan saya, itu perasaan mereka saja. Kalau mereka tidak merasa bersalah kenapa mereka harus takut. Kalau mereka mau berbuat ya mereka harus bertanggung jawab. Begitu saja gampangnya.

  • Ada tidak bahan dan datanya pak bongkar kasus ini?

Anda kan juga pengen makan. Kenapa saya ngomong begitu saya buktikan kok. Ada tiga doa saya. Pertama ‘ya Allah, sekali pun saya di dalam keluarga saya di luar, di rumah berikan kesehatan untuk ku dan keluargaku’. Kedua ‘ya Allah, kenapa saya berada di sini, ditahan. Ada apa ini? Siapa yang melakukan ini semua? Tolong tunjukan dengan tanda-tanda’. Semua atas ulah siapa? Ketiga ‘ya Allah, sekali pun saya berada dalam tahanan mohon tinggikan derajat ku sebagai manusia’. Hanya itu doa saya.

  • Muncul tanda-tandanya pak?

Nah dengan doa kedua itu dikit demi sedikit muncul, tiba-tiba ada teman besuk bawa transkip sudah di-print dari blog mantan wartawan mengatakan bahwa mereka pernah dikumpulkan dengan dana tidak terbatas untuk hancurkan Antasari. Jangan ragu dana kita tidak terbatas.

Nah saya melalui Boyamin cari ini wartawan, siapa suruh ketemu saya. Cari itu 6 bulan baru ketemu, ketemu saya, ‘mas menulis ini? Jawab dia, ‘iya menulis ini’. Saya mau tanya siapa yang mimpin pertemuan ini, pertemuan di salah satu karoake di Jalan Thamrin.

Siapa yang mimpin, dia enggak mau berbicara. Yang penting menulis itu terserah mau diapain. Loh kalau anda jujur ngomong dong itu nanti saya yang bekerja siapa orangnya. Terus dia memang saya kenal dari salah satu media di Jakarta, waktu itu orang terakhir yang wawancara saya di KPK di ruang kerja saya. Kemudian bubar di parkiran, ditemui orang yang mimpin itu. Dia dibilang ‘maaf saya mundur, saya merasa Antasari tidak bersalah sama saya kenapa saya harus menghancurkan dia’.

Artinya dalam artian berita digulirkan terus di-bully lah biar publik benci sama Antasari. Tapi sayangnya dia itu tidak menyebutkan. Saya bilang gini, ‘kalau anda takut bisikan saja telinga saya siapa yang mimpin rapat tapi tidak mau’. Kalau anda takut dibisikin, anda pulang ini nomor saya kirim lewat SMS tetap saja tidak mau. Pokoknya saya sudah nulis terserah bapak mau diapain, kalau gitu anda salah satu wartawan yang tidak bertanggungjawab dong.

  • Selain wartawan itu ada petunjuk lain?

Sebenarnya ada sih, tapi nanti saja lah.

  • Artinya 3 bulan nanti akan berubah sikap?

Hati saya sih tidak akan beda. Kalau saya tidak mau bongkar, mereka sendiri (keluarga Nasrudin), saya senang, silakan. Kalau bisa kerjasama tapi bukan saya, saya hanya beri masukan artinya strateginya. Berita wartawan tadi kita kembangkan.

Sebetulnya jujur saja sejak tahun 2010 saya sudah laporkan di sidang, sudah terbukti SMS ancaman itu bukan dari saya. Ahli mengatakan tidak ada dari saya. Dengan data itu saya laporkan ke Polda, cyber-nya bahwa ada pelanggaran UU ITE, ada orang melakukan kegiatan SMS menggunakan nama saya tolong diusut. Tapi Alhamdulillah sejak 2010 sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

Setiap lawyer saya tanyakan, jawabnya cuma satu, ‘belum ada petunjuk dari pimpinan’. Nah dengan pertimbangan itu lah maka saya sudah ikhlaskan karena apa pun yang saya buat tidak akan pernah terbuka. Sementara kalau ada yang membongkar siapa kan harus lembaga resmi, ada penyidik dan penuntutan persidangan begitu.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Netizen Kembali Kritik Penampilan Seksi Aurel

Netizen Kembali Kritik Penampilan Seksi Aurel

Jakarta – Aktris sekaligus DJ, Aurel Hermansyah semakin berani tampil seksi di usianya yang sudah ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis