Home > Ragam Berita > Nasional > MUI Menganggap Balita Yang Tewas Akibat Bom di Gereja Sebagai Tragedi Kemanusiaan

MUI Menganggap Balita Yang Tewas Akibat Bom di Gereja Sebagai Tragedi Kemanusiaan

Samarinda – Balita berusia 2,5 tahun bernama Intan Marbun dikabarkan meregang nyawa saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bela sungkawa.

MUI Menganggap Balita Yang Tewas Akibat Bom di Gereja Sebagai Tragedi Kemanusiaan

“MUI mengucapkan bela sungkawa atas korban meninggal dunia peristiwa bom molotov di depan Gereja Samarinda. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan,” kata Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid saat dihubungi awak media pada Senin (14/11/2016).

MUI pun turut mengecam tindak terorisme yang mengatasnamakan agama. Islam menurut Zainut adalah agama yang mengajarkan perdamaian.

Baca juga: Dukungan Untuk Ahok Kini Datang Dari WNI Yang Tinggal Diluar Negeri

“Islam adalah agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam-red), agama perdamaian yang melarang pemeluknya melakukan perusakan dan pembunuhan. Apalagi terhadap rumah ibadah, kaum perempuan dan anak-anak,” ujar Zainut. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Fadli Zon Mengaku Belum Mendengar Rencana Aksi 299

Fadli Zon Mengaku Belum Mendengar Rencana Aksi 299

Jakarta – Kabar mengenai Presidium Alumni 212 yang akan menggelar aksi 299 untuk menolak Perppu ...