Home > Hiburan > Gosip > Anggita Sari Curhat Dipukuli Ronald, Netizen : “Sinetron”

Anggita Sari Curhat Dipukuli Ronald, Netizen : “Sinetron”

Jakarta – Anggita Sari membuat kehebohan di media sosial dengan postingan fotonya bersama sesosok pria bernama Ronald Hendriadi. Hal itu dapat dilihat dari beberapa postingan foto yang ada di Instagramnya.

Anggita Sari Curhat Dipukuli Ronald, Netizen : "Sinetron"

Terang saja postingan Anggita ini pun mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen. Hasil pantauan Harian Indo, Rabu (16/11/2016), aebagian besar netizen menuduh jika wanita kelahiran 26 Desember 1992 ini hanya mencari sensasi saja.

Anggita Sari Curhat Dipukuli Ronald, Netizen : "Sinetron"

“Sinetron banget,” ujar akun putriangguns. “Lagi buat film atau masalah hukum lagi? Hmm buat sensasi lagi, biar diliput yah wkwkwkwk secara sudah lama nggak jadi artis,” kata akun komalasari. “Wanita bermasalah. mau tenar gini-gini amat. Tunjukin lah prestasi lu,” tulis akun hanzanggiat.

Baca juga: Heboh, Anggita Sari Mengaku Menjadi Korban Kekerasan Pria Inisial RHT

Namun Anggita Sari punya alasan mengapa ia ‘curhat’ di Instagram. “Tentu bisa dia melakukan apa saja dengan uangnya ke orang suruhan di Medaeng. dan dia juga mengancam akan menghabisi saya & KELUARGA saya bila lapor polisi & memasukan ke Instagram. Jadi kenapa saya memposting ini? agar bila hal itu terjadi antara saya atau pun Akbar yang ada di dalam rutan Medaeng, orang tau perbuatan siapa,” tulis Anggita di akun Instagramnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Luna Maya Bakal Comeback ke Dunia Akting Tahun Depan

Jakarta – Mantan kekasih Ariel “Noah” tahun depan akan kembali ke dunia akting. Bahkan di ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis