Home > Ragam Berita > Nasional > Anak Buah SBY Terjaring OTT KPK Dengan Dugaan Menerima Suap Rp 500 Juta

Anak Buah SBY Terjaring OTT KPK Dengan Dugaan Menerima Suap Rp 500 Juta

Jakarta – Sempat terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), I Putu Sudiartana kini akhirnya duduk di kursi terdakwa. Dirinya didakwa telah menerima suap senilai kurang lebih Rp 500 juta.

Anak Buah SBY Terjaring OTT KPK Dengan Dugaan Menerima Suap Rp 500 Juta

Politisi PD itu menerima suap guna memuluskan pengurusan dana alokasi khusus (DAK) kegiatan sarana dan prasarana penunjang Provinsi Sumatera Barat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016, sebagaimana dilihat dari surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK.

“Pemberian hadiah bertentangan dengan kewajibannya selaku anggota DPR,” ucap JPU KPK Herry BS Ratna Putra saat membacakan surat dakwaan Putu pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Kejadian suap tersebut terjadi pada bulan Agustus 2015 lalu. Suhemi yang selaku orang kepercayaan Putu, ketika itu sedang menemui seorang pengusaha bernama Desrio Putra. Lalu, Suhemi menawarkan jasanya guna membantu pengurusan anggaran di DPR. Suhemi juga meminta dipertemukan dengan Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumbar, Suprapto.

Jaksa mengungkapkan, Desrio menjelaskan kepada Suprapto bahwa Suhemi bisa membantu mengurus anggaran untuk pembangunan dan perawatan jalan di Sumbar. Lantas Suprapto pun menyarankan Desrio untuk bertemu dengan Kepala Bidang Pelaksana Jalan pada Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar Indra Jaya. Hal tersebut guna mendiskusikan mengenai anggaran.

Baca Juga : Ucapan Lebaran Kuda Oleh SBY Bisa Dianggap Sebagai Penistaan Agama ?

Setelah itu, Suprapto meminta Indra untuk membuat surat pengajuan DAK sebesar Rp 530,7 miliar. Namun, ketika menemui Putu di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Suprapto menyuruh Indra untuk meningkatkan permintaan anggaran menjadi Rp 620,7 miliar.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Demokrat Sesalkan Usulan Djarot Agar Gubernur DKI Dipilih Presiden

Demokrat Sesalkan Usulan Djarot Agar Gubernur DKI Dipilih Presiden

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengajukan sebuah wacana tentang pemilihan gubernur secara ...