Home > Ragam Berita > Nasional > Kapolri Antisipasi Gerakan Yang Ingin Duduki Gedung DPR dan MPR

Kapolri Antisipasi Gerakan Yang Ingin Duduki Gedung DPR dan MPR

Jakarta – Pada Senin (21/11/2016) hari ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menggelar video conference di Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Video tersebut juga mengikutsertakan seluruh jajaran TNI-Polri di Indonesia. Tito dalam video tersebut, sempat menegaskan agar pejabat utama baik di Polri maupun TNI, memetakan titik kerawanan jelang demonstrasi 2 Desember.

Kapolri Antisipasi Gerakan Yang Ingin Duduki Gedung DPR dan MPR

“Intinya antisipasi aksi pada 25 November dan 2 Desember. Informasinya akan ada unjuk rasa di DPR. Namun ada upaya-upaya tersembunyi dari kelompok-kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR,” klaim Tito di Mabes Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Tito mengungkapkan bahwa rencana-rencana tersebut telah melanggar hukum yang tertulis dalam 104 KUHP tentang Makar. Oleh sebab itu, Tito menegaskan bahwa pihak TNI-Polri berusaha mengantisipasi dari rencana terselubung tersebut.

“Kalau bermaksud menggulingkan pemerintah itu pasal makar. Kami akan perkuat gedung DPR-MPR, sesuai UU akan tegakan hukum,” jelas Tito.

Dalam video conference itu juga, Tito turut memerintahkan seluruh kepala kepolisian daerah untuk berupaya agar daerah tidak mengirimkan massanya ke Jakarta untuk ikut serta dalam aksi tersebut. Hal ini bertujuan, untuk memudahkan polisi dalam menangani massa yang akan berdemo di Jakarta‎.

Baca Juga : Kapolri Tengarai Ada Agenda Politik Lain Di Demo 2 Desember

‎”Kapolda Metro akan keluarkan maklumat larangan, akan diikuti kapolda-kapolda lain untuk melarang kantong-kantong massa diberangkatkan ke Jakarta, ” tandas mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Jokowi Angkat Din Syamsuddin Jadi Utusan Khusus Presiden

Jokowi Angkat Din Syamsuddin Jadi Utusan Khusus Presiden

Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi mengangkat Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog ...