Home > Ragam Berita > Nasional > Foto, Simbol Agama Tak Membuat Mereka Berjarak

Foto, Simbol Agama Tak Membuat Mereka Berjarak

Ambarawa – Terdapat pemandangan unik yang menyejukkan hati saat pergelaran Gema Keragaman Nusantara Masyarakat Kabupaten Semarang yang digelar di Gedung Serbaguna Gotong Royong, Ambarawa, Selasa (22/11/2016) malam.

Foto, Simbol Agama Tak Membuat Mereka Berjarak

Sebanyak ratusan umat beragama dari berbagai tempat di Semarang berbaur menjadi satu, menjalin persaudaraan dalam bingkai kebinekaan.

Simbol-simboldari agama yang hadir di tempat itu tidak menjadikan mereka menjaga jarak satu sama lain.

Seorang biarawati yang mengenakan kalung salib dan seorang perempuan berjilbab putih terlihat duduk berdampingan bersimpuh di lantai yang sama dan saling bersenda gurau tatkala melihat tarian Rantaya.

Tarian doa tersebut dibawakan dengan apik oleh anak-anak dari SMP Mater Alma Ambarawa.

“Aku Septi, aku Muslim, dan ini Celin teman aku, agamanya Katolik,” kata Septi (14), siswa kelas VIII SMP Mater Alma, seusai pentas.

Tak hanya itu, penampil lain dalam acara itu juga merepresentasikan keragaman iman dan budaya yang tidak pernah tersekat-sekat.

Ada KH Amin Budi Harjono, pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Semarang, yang bertausiyah dengan tarian sufinya.

Ada Romo Aloysius Budi Purnomo, pastor Gereja Kristus Raja Ungaran, dengan saksofonnya yang mengiringi tausiyah Budi Harjono.

Penyair kondang asal Kota Semarang, Timur Sinar Suprabana, membawakan dua puisi dari WS Rendra dan Gus Mus. Puisi itu kembali mengingatkan tentang kemanusiaan dan keindonesiaan.

Hadir juga meramaikan pertemuan budaya malam itu budayawan asal Pati, Habib Anis Sholeh Ba’asyin.

“Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan. Malam ini kita berbaur menjalin persaudaraan dalam bingkai kebinekaan,” kata Budi Purnomo.

Tersedia beragam pesan terkait keragaman dan kebinekaan yang bisa ditangkap dari acara itu, baik yang kasatmata maupun tersirat.

Pesan tersebut muncul dari tarian Nusantara yang dibawakan oleh anak-anak dari SMP Kanisius, opera dolanan yang dibawakan oleh anak-anak SMP Mater Alma, hingga pembacaan shalawat oleh kelompok musik Kyai Sadar yang berkolaborasi dengan kelompok perkusi Mater Alma.

Baca juga: Beredar Gambar Agus Disejajarkan Dengan Putin dan 3 Tokoh Dunia Lainnya

Di penghujung acara, para pemuka agama dan pejabat yang hadir, di antaranya Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Kepala Polres Semarang Komisaris Polisi Yani Permana, sejumlah perwira TNI dan Muspika Ambarawa bersama-sama membacakan deklarasi atau ikrar damai untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Liburan di Bali, Obama Menolak Pengawalan Khusus

Liburan di Bali, Obama Menolak Pengawalan Khusus

Denpasar – Mantan orang nomor satu di Amerika Serikat (AS), Barack Obama, datang untuk berlibur ...