Home > Ragam Berita > Nasional > Agus Rahardjo Imbau Masyarakat Lebih Selektif Memilih Pemimpin

Agus Rahardjo Imbau Masyarakat Lebih Selektif Memilih Pemimpin

Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih calon pemimpin atau kepala daerah dari dinasti politik. Karena pengalaman KPK menunjukkan seringkali generasi penerus dari dinasti tersebut dikendalikan oleh orang yang sebelumnya memerintah.

Agus Rahardjo Imbau Masyarakat Lebih Selektif Memilih Pemimpin

Pernyataan tersebut disampaikan Agus pasca-penangkapan Wali Kota Cimahi, Atty Suharty dan suaminya M. Itoc Tochija, yang juga pernah menjadi Wali Kota Cimahi 2002 – 2012. Menurut dia, masyarakat harus mempertimbangkan betul-betul untuk memilih calon dari dinasti politik ini.

“Ke depan masyarakat harus mempertimbangkan betul dalam memilih kepala daerah. Harapan kita kalau ada kepala daerah yang sering disebut dinasti seperti ini harus dipertimbangkan betul-betul apakah penerusnya kompeten dan berintegritas tinggi,” ujarnya pada Sabtu (3/4/2016).

Baca juga: Inilah Komentar PKB Tentang Aksi Super-Damai 212

Sebagaimana diketahui, Atty dan Itoc dalam perkara yang ditangani KPK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap terkait dengan pembangunan Pasar Atas Baru tahap II di Cimahi senilai Rp 57 miliar. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Tim Anies-Sandi Nilai Hasil Rekap DPS KPU DKI Jauh dari Sempurna

Tim Anies-Sandi Nilai Hasil Rekap DPS KPU DKI Jauh dari Sempurna

Jakarta – Sekretaris Tim Pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Anies ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis